Senin, 9 Maret 2026

Liga Champions

Tangis Kecewa Pemain Arsenal Pecah di Ruang Ganti Usai Tersingkir dari Liga Champions

Tangis pemain memenuhi ruang ganti Arsenal di Stadion Parc des Princes, Kamis (8/5/2025) dini hari WIB. 

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Tangis Kecewa Pemain Arsenal Pecah di Ruang Ganti Usai Tersingkir dari Liga Champions
cdn
ARSENAL KALAH - Kecewa pemain Arsenal tampak terlihat setelah dikalahkan di semifinal Liga Champions oleh PSG. 

TRIBUNGORONTALO.COM - Tangis pemain memenuhi ruang ganti Arsenal di Stadion Parc des Princes, Kamis (8/5/2025) dini hari WIB. 

Mimpi untuk melangkah ke final Liga Champions pupus setelah The Gunners takluk 2-1 dari Paris Saint-Germain, yang memastikan keunggulan agregat 3-1 bagi wakil Prancis tersebut.

Usai peluit akhir berbunyi, kesedihan mendalam tak terbendung di antara para pemain Arsenal.

Manajer Mikel Arteta mengungkapkan betapa terpukulnya skuadnya hingga meneteskan air mata.

Baca juga: Arteta Tebar Ancaman di Paris, Sebut Arsenal Siap Ukir Sejarah dan Hancurkan Mimpi PSG

"Hari ini saya melihat betapa besar keinginan mereka karena mereka [para pemain Arsenal] menangis," ujarnya dengan nada menggambarkan kekecewaan mendalam.

Kekalahan ini terasa semakin pahit mengingat Arteta dan beberapa staf PSG sepakat bahwa Arsenal tampil lebih baik dalam sebagian besar jalannya dua pertandingan semifinal.

Bahkan, penjaga gawang PSG, Gianluigi Donnarumma, disebut-sebut sebagai sosok pembeda yang menggagalkan ambisi Arsenal.

Performa gemilang kiper Italia itu di bawah mistar gawang sukses mementahkan sejumlah peluang emas yang diciptakan Bukayo Saka dan kolega.

Gelandang bertahan Arsenal, Declan Rice, juga tak dapat menyembunyikan kekecewaannya.

Ia merasa timnya mendominasi jalannya pertandingan di Paris.

Seandainya beberapa peluang di awal laga mampu dikonversikan menjadi gol, hasil akhir bisa saja berbeda. 

Dua kesalahan yang berujung gol bagi PSG menjadi pukulan telak bagi mentalitas tim London Utara.

"Kami memberikan segalanya tetapi itu tidak ditakdirkan," ujar Rice dengan nada getir.

Ia mengakui kehebatan Donnarumma yang tampil luar biasa di kedua leg.

Kendati demikian, Rice mencoba mengambil sisi positif dari pengalaman pahit ini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved