Pencalonan Sekda Gorontalo
FKPT Gorontalo Minta Pemerintah Beri Sanksi Tegas ASN Terlibat dalam Organisasi Terlarang
Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Gorontalo, Funco Tanipu, meminta pemerintah tidak menyepelekan aspirasi masyarakat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Potret-Tim-Pansel-Calon-Sekretaris-Daerah-Sekda-di-Kabupaten-Gorontalo.jpg)
"Kalau menyimpang maka kami akan oposisi," ucap Arianto saat dihubungi sore hari.
Apalagi kali ini, beririsan dengan ideologi negara.
"Apalagi ini hal yang sangat luar biasa miris soal ideologi," bebernya.
Sejauh ini, PCNU Kabupaten Gorontalo telah mengingatkan pemerintah soal ancaman ideologi. Namun kata Arianto dalam konteks yang berbeda tapi tujuannya sama.
"Tapi tidak dalam konteks persoalan perekrutan sekda tapi dalam konteks kemasyarakatan, kami tidak mentolerir gerakan ideologi yang bertentangan dengan pancasila," tegasnya.
Selain itu, Arianto menyoroti keputusan tim pantai seleksi (pansel) dalam hal memilih tiga nama Calon Sekretaris Daerah (Sekda).
Ia mengatakan rasa penyesalan terhadap tim pansel yang tidak selektif dalam memilih tiga nama tersebut.
"Cuma memang NU sangat menyesalkan tim seleksi tidak selektif dalam meloloskan," paparnya.
Ia menyebut tim pansel ini dibentuk untuk membantu meringankan kerja Bupati Gorontalo Sofyan Puhi.
"Ini justru tim seleksinya memberikan kerja yang berat, padahal menurut pandangan khalayak banyak tim seleksi itu memiliki kompetensi dalam urusan-urusan seperti ini," bebernya.
Namun meski demikian, ia percaya dengan penilaian dan keputusan Sofyan Puhi.
"Saya yakin Pak Bupati tidak mungkin akan mengambil keputusan yang bertentangan dengan ideologi dan pancasila," terangnya.
Ia mengaku tetap menunggu keputusan akhir.
Sebelumnya, Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi menegaskan dirinya belum menentukan pilihan pada calon Sekda.
"Kalau ditanya ke saya, sejauh ini saya belum memilih," ungkap Sofyan.