Badut Gorontalo
80 Persen Badut di Lampu Merah Bukan Warga Kota Gorontalo, Terungkap Sewa Kostum & Eksploitasi Anak
Terungkap fakta-fakta mengejutkan di balik senyum kostum warna-warni badut jalanan di Kota Gorontalo.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ARSIP-FOTO-Seorang-badut-berdiri-di-bibir-jalan-mengiba-diri-ke-para-pengendara.jpg)
Temuan yang paling mengejutkan dan memprihatinkan adalah ditemukannya manusia silver yang dipekerjakan ibu mereka.
Praktik eksploitasi anak ini langsung ditindak tegas oleh Dinas Sosial dengan memberikan edukasi kepada orang tua yang bersangkutan.
"Kami sampaikan ke ibu itu, kalau anak ini tidak mendapatkan hak dasarnya seperti sekolah, ibu bisa kena pasal," tegas Herson.
Untuk menertibkan fenomena ini, Dinas Sosial Kota Gorontalo telah membentuk dua tim yang bergerak di wilayah selatan dan utara kota.
Tim ini akan terus melakukan penjangkauan hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Jika para badut tetap beroperasi di lokasi terlarang setelah diberikan edukasi, tindakan lanjutan akan diambil oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Pemerintah Kota Gorontalo sebenarnya masih memberikan ruang bagi para badut untuk mencari nafkah, asalkan dilakukan di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan, seperti Taman Kota, Taruna Remaja, dan kawasan kuliner Kalimadu. (*)