Berita Nasional
Jepang Krisis Generasi: Balita dan Remaja Semakin Langka
Pertumbuhan penduduk di Jepang terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Pada tahun 2025 ini, Jepang mencatatkan rekor terburuk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/KRISIS-GENERASI-MUDA-DI-JEPANG-Jepang-kini-mengalami-krisis-generasi-muda.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Pertumbuhan penduduk di Jepang terus menunjukkan tren yang mengkhawatirkan.
Pada tahun 2025 ini, Jepang mencatatkan rekor terburuk dalam sejarah terkait jumlah anak di bawah usia 15 tahun.
Data kependudukan yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri Jepang pada Minggu (4/5/2025) mengungkapkan fakta yang memprihatinkan ini.
Seperti yang dilansir dari Asahi Shimbun, per tanggal 4 Mei 2025, jumlah anak berusia di bawah 15 tahun di Jepang hanya mencapai 13,66 juta jiwa.
Angka ini menunjukkan penurunan signifikan sebesar 350.000 jiwa dibandingkan dengan data tahun 2024.
Laporan ini dirilis menjelang Hari Anak di Jepang yang diperingati setiap tanggal 5 Mei.
Secara rinci, pada 1 April 2025, jumlah anak laki-laki tercatat sebanyak 6,99 juta (turun 180.000 dari tahun sebelumnya), sementara jumlah anak perempuan mencapai 6,66 juta (menurun 170.000).
Data ini memperpanjang tren penurunan jumlah anak di bawah 15 tahun di Jepang yang telah berlangsung selama 44 tahun berturut-turut sejak tahun 1980.
Angka 13,66 juta jiwa ini sekaligus memecahkan rekor terendah jumlah anak di bawah 15 tahun yang pernah tercatat di Jepang.
Terakhir kali Jepang memiliki jumlah anak di bawah 14 juta jiwa adalah pada tahun 1950.
Meskipun penurunan pada tahun 1950 dapat dimaklumi mengingat kondisi pasca kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II yang menyebabkan banyak korban jiwa, situasi demografi Jepang saat ini menunjukkan masalah struktural yang mendalam.
Data dari Kemendagri Jepang menunjukkan perbandingan yang mencolok.
Pada tahun 1950, jumlah anak-anak di bawah 15 tahun memiliki rasio 46 persen dari total populasi Jepang yang berjumlah 29,43 juta jiwa.
Sementara itu, rasio anak di bawah 15 tahun pada tahun 2025 hanya mencapai 11,1 persen dari total populasi Jepang saat ini.
Angka ini juga menandai penurunan rasio selama 51 tahun berturut-turut.