Berita Haji Gorontalo
Ini Jadwal Keberangkatan 3 Kloter Calon Jemaah Haji Gorontalo ke Tanah Suci Makkah
Sebanyak 987 jemaah haji asal Provinsi Gorontalo dijadwalkan akan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam tiga kelompok terbang (kloter) pada musim haji 14
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Asrama-Haji-Gorontalo-99888.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak 987 jemaah haji asal Provinsi Gorontalo dijadwalkan akan diberangkatkan ke Tanah Suci dalam tiga kelompok terbang (kloter) pada musim haji 1446 Hijriah/2025 Masehi.
Rangkaian pemberangkatan akan dimulai pada 20 Mei 2025, dengan Kloter UPG 28 sebagai rombongan pertama.
Kloter ini seluruhnya berisi jemaah dari Kota Gorontalo.
"Jemaah akan mulai memasuki Asrama Haji Provinsi Gorontalo pada 19 Mei 2025, sehari sebelum diberangkatkan ke Makassar," ujar Sofian Ibrahim, Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar di Hotel El Madinah, Kota Gorontalo, Rabu (30/4/2025).
Adapun jadwal lengkap keberangkatan jemaah haji Gorontalo adalah sebagai berikut:
- Kloter UPG 28: Masuk Asrama 19 Mei, berangkat ke Makassar 20 Mei, terbang ke Jeddah 21 Mei
- Kloter UPG 30: Masuk Asrama 21 Mei, berangkat ke Makassar 22 Mei, terbang ke Jeddah 22 Mei
- Kloter UPG 32: Masuk Asrama 22 Mei, berangkat ke Makassar 23 Mei, terbang ke Jeddah 24 Mei
Kloter 30 terdiri dari jemaah asal Kabupaten Gorontalo dan Bone Bolango, sementara Kloter 32 merupakan gabungan dari Gorontalo Utara, Boalemo, dan Pohuwato.
Sofian menjelaskan bahwa hingga akhir April, terdapat 11 jemaah yang belum menyelesaikan pengurusan paspor.
Namun pihak Imigrasi telah menyanggupi penyelesaiannya paling lambat H-2 sebelum keberangkatan.
Untuk mendukung kelancaran proses, Pemerintah Provinsi Gorontalo telah menyiapkan anggaran sebesar Rp7 miliar.
Anggaran ini digunakan untuk membiayai transportasi udara Gorontalo–Makassar pulang-pergi, angkutan koper, hingga konsumsi jemaah selama transit.
Tahun ini, Pemprov juga menerapkan layanan one stop service di Asrama Haji.
Layanan ini mencakup seluruh tahapan persiapan keberangkatan, mulai dari pemeriksaan kesehatan, pengecekan dokumen, hingga pencetakan boarding pass secara terintegrasi.
“Begitu jemaah masuk asrama, semua proses dilakukan di satu tempat. Mereka tinggal istirahat sambil menunggu jadwal berangkat,” pungkas Sofian.
Jemaah Termuda dan Tertua
Dari sebanyak 987 jemaah haji Gorontalo yang akan diberangkatkan ke Tanah Suci tahun ini, terdapat dua sosok yang mencuri perhatian karena usianya.
Yang pertama adalah Adji Rahim, jemaah tertua asal Kota Gorontalo.
Perempuan kelahiran 1945 itu kini berusia sekitar 79 tahun, dan menjadi bagian dari rombongan ke-10.
Karena masuk kategori lanjut usia, Adji akan ditemani oleh anggota keluarganya yang telah memenuhi syarat sebagai pendamping lansia.
"Yang bersangkutan sudah mengurus pendamping lansia, yaitu anggota keluarga yang telah mendaftar haji lebih dari lima tahun lalu," kata Adam Akaji, staf Layanan Haji dan Umrah Terpadu Kemenag Kota Gorontalo, Selasa (6/5/2025).
Sementara itu, jemaah termuda dari Kota Gorontalo adalah Muhammad Adrian Umar, pemuda kelahiran 2005 yang masih berusia 19 tahun.
"Awalnya kami kira yang termuda adalah Muhammad Rafli Mahmud yang berusia 20 tahun, ternyata masih ada yang lebih muda," ujar Rini Yusuf, staf lainnya di layanan haji.
Menurut data Kemenag, usia termuda yang biasa mendapat kesempatan berhaji berkisar 18–19 tahun.
Tahun ini, Adrian menjadi salah satu yang beruntung bisa menunaikan rukun Islam kelima di usia muda.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.