Berita Nasional
Cucu Bakar Rumah hingga Nenek Tewas di Dalam, Pelaku Diduga Mabuk
Fakta mengerikan terungkap di balik kebakaran rumah di Jl Barawaja Timur, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, yang terjadi pada
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/BAKAR-RUMAH-BERSAMA-NENEK-Seorang-pemuda-bakar-rumah-yang-di-dalamnya-ada-neneknya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Fakta mengerikan terungkap di balik kebakaran rumah di Jl Barawaja Timur, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, yang terjadi pada Minggu (4/5/2025) lalu.
Rupanya insiden yang menewaskan seorang lansia bernama Dg Ngai (63) itu ternyata bukan kecelakaan, melainkan aksi pembakaran yang disengaja.
Kapolsek Panakkukang, AKP Aris Satrio, menjelaskan bahwa pihaknya awalnya menduga kebakaran terjadi secara alami.
Baca juga: BCA Syariah Buka Lowongan Kerja untuk Lulusan S1, Buka 5 Posisi, Simak Kualifikasi Pelamar
"Namun, kami mendapatkan informasi bahwa adanya unsur kesengajaan dan kami melakukan penyelidikan," kata AKP Aris Satrio kepada wartawan di kantornya.
Hasil penyelidikan polisi mengarah pada terduga pelaku berinisial A, yang tak lain adalah cucu kandung dari korban Dg Ngai.
Disebutkan, bahwa A sempat melarikan diri setelah melakukan aksi kejinya.
"Langsung kami melakukan pencarian terhadap pelaku pembakaran tersebut. Kurang lebih setengah jam, kami dapati pelaku berinisial A yang sempat melarikan diri setelah melakukan pembakaran ke rumah korban," ujarnya.
Setelah berhasil diamankan, A langsung diinterogasi oleh pihak kepolisian. Dalam interogasi tersebut, pelaku mengakui perbuatannya.
"Cara membakarnya, pelaku pada saat itu informasinya menendang botol yang berisi bahan bakar minyak ke arah rumah korban sampai isi bahan bakar tersebut terpental dan mengenai rumah," ungkap AKP Aris.
Baca juga: 8 Tahun Jadi Buron Kasus Korupsi 2 M, Eks Teller Bank BUMN Ganti nama dan Hidup Pindah-pindah
"Setelah itu pelaku langsung membakar dengan menggunakan korek api gas," lanjutnya.
Lebih lanjut, AKP Aris mengungkapkan bahwa A dalam kondisi mabuk akibat pengaruh minuman keras jenis tuak atau "ballo" saat kejadian berlangsung.
"Saya dapat informasi, pelaku habis meminum minuman tuak atau disebut ballo," sebutnya.
Mengenai motif pembakaran, AKP Aris menyatakan bahwa hal tersebut masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
Namun, pihaknya menerima informasi awal yang menyebutkan bahwa pelaku merasa kecewa lantaran sang ibu menikah lagi tanpa memberitahunya.
"Kami mendapatkan informasi awal adanya motif karena kesal dari pelaku usai tidak dapat informasi mengenai ibunya yang menikah," terang AKP Aris.