Berita Nasional
Sri Mulyani Bakal Impor Jagung hingga LNG Demi Redam Tarif Trump
Indonesia tak tinggal diam menghadapi "kemarahan" mantan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TEKAN-TARIF-IMPORT-Menteri-Keuangan-Menkeu-Sri-Mulyani.jpg)
Rencana strategis ini rupanya telah dibawa pemerintah Indonesia dalam negosiasi tarif resiprokal dengan AS yang berlangsung selama sepekan terakhir.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, yang memimpin tim negosiasi, mengungkapkan pembelian sejumlah produk tersebut.
Produk energi (minyak mentah, LPG, dan bensin) serta peningkatan impor produk pertanian (kedelai, bungkil kedelai, dan gandum) telah disampaikan kepada United States Secretary of Commerce Howard Lutnick.
"Kami berterima kasih kepada Secretary Lutnick yang memberikan kesempatan untuk melakukan negosiasi tarif dan menegaskan kembali komitmen Indonesia untuk mewujudkan perdagangan yang adil dan berimbang," ujar Airlangga.
Langkah mengalah untuk menang yang diambil Indonesia ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam meredam potensi kerugian akibat tarif tinggi dari AS.
Dengan meningkatkan impor produk-produk andalan AS, diharapkan neraca perdagangan kedua negara dapat kembali berimbang.
Diharapkan efek dari itu ancaman tarif yang merugikan dapat dihindari.