Human Interest Story
Cerita Samsudin Tuliabu, Pria Paruh Baya Bekerja Sebagai Nelayan Di Gorontalo Utara
Sebagai seorang nelayan yang sudah puluhan tahun lamanya, Samsudin menggantungkan hidupnya dari tangkapan ikan.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfrjetyj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Samsudin Tuliabu (74), nelayan asal Desa Langge, Kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Sebagai seorang nelayan yang sudah puluhan tahun lamanya, Samsudin menggantungkan hidupnya dari tangkapan ikan.
Saat ditemui TribunGorontalo.com, Senin (28/4/2025), pria berbaju biru yang terlihat usang serta bolong di bagian tangan lengkap dengan topi capingnya ini terlihat tengah menampal perahu.
Perahu berbahan dasar kayu milik Samsudin ini bocor akibat lapuk di makan rayap.
Baca juga: Modus Pencurian Data Baru Lewat Gmail, Pengguna Diimbau Aktifkan Verifikasi Dua Langkah
Didampingi istrinya, Fatma Tutuda (73), Samsudin fokus menampal perahunya agar dapat segera melaut.
Sebenarnya dirinya kerap melaut pada subuh hari sekira pukul 03.00 Wita untuk meletakkan jaring ikannya.
"Untuk meletakkan jaring," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (28/4/2025).
Namun, dikarenakan perahunya masih dalam keadaan bocor, sehingga waktu untuk turun melaut pun diundur.
Perahu milik Samsudin hanya satu sehingga jika bocor maka akan terus ditampal sebelum pergi melaut.
Kadang dirinya memutuskan untuk tidak melaut jika perahunya susah di perbaiki.
Akhirnya, Samsudin hanya berharap ikan pemberian dari nelayan lain yang baru pulang.
Baca juga: Terlibat Cekcok Karena Tangkapan Kurang, 2 ABK di Jakarta Nekat Lempar Nahkoda Kapal Ke Laut
Lanjut kata Samsudin, dirinya akan kembali lagi untuk melaut pada pukul 09.00 Wita untuk mengangkat jaring yang telah diletakkannya.
Baca juga: Diduga Mabuk, WNA Asal Ghana Ngamuk di Supermarket, Aniaya Pegawai hingga Bawa Pisau
Samsudin pun rela berjalan kaki bolak-balik rumah dan pantai.
Adapun pendapatan sekali turun melaut kata Samsudin tak menentu.
Kadang Samsudin mendapat keuntungan kotor sekira Rp150 per hari.
Namun, jika perahunya bocor maka akan berdampak pada pendapatannya melaut.
"Sehari bisa dapat ikan untuk dijual bersihnya Rp50 ribu - Rp100 ribu perhari," ucapnya.
Baca juga: Jenderal Purnawirawan TNI Usul Gibran Rakabuming Dicopot dari Wapres, Ini Respons Presiden dan MPR
Tentu selama menjadi seorang nelayan cobaan serta ujian yang dihadapi begitu berat, panas, hujan dan badai.
Diusia yang tak muda lagi Samsudin tetap sabar dan tabah bahkan semangat mencari rezeki.
Jika Samsudin tidak turun melaut, maka dia akan mengupas jagung untuk memenuhi kebutuhan istrinya.
"Jika tidak begitu tak bisa makan," kata Samsudin.
Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Tempat Laundry di Jalan Kenangan Kota Gorontalo
Hal ini Samsudin hanya butuh alat tangkap da perwhuyang lebih baik untuk bisa memudahkannya mencari ikan.
Samsudin berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi nelayan seperti dirinya, yang menjadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang pas-pasan. (*)
(TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.