Human Interest Story
Cerita Samsudin Tuliabu, Pria Paruh Baya Bekerja Sebagai Nelayan Di Gorontalo Utara
Sebagai seorang nelayan yang sudah puluhan tahun lamanya, Samsudin menggantungkan hidupnya dari tangkapan ikan.
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfrjetyj.jpg)
Namun, jika perahunya bocor maka akan berdampak pada pendapatannya melaut.
"Sehari bisa dapat ikan untuk dijual bersihnya Rp50 ribu - Rp100 ribu perhari," ucapnya.
Baca juga: Jenderal Purnawirawan TNI Usul Gibran Rakabuming Dicopot dari Wapres, Ini Respons Presiden dan MPR
Tentu selama menjadi seorang nelayan cobaan serta ujian yang dihadapi begitu berat, panas, hujan dan badai.
Diusia yang tak muda lagi Samsudin tetap sabar dan tabah bahkan semangat mencari rezeki.
Jika Samsudin tidak turun melaut, maka dia akan mengupas jagung untuk memenuhi kebutuhan istrinya.
"Jika tidak begitu tak bisa makan," kata Samsudin.
Baca juga: Detik-detik Kebakaran di Tempat Laundry di Jalan Kenangan Kota Gorontalo
Hal ini Samsudin hanya butuh alat tangkap da perwhuyang lebih baik untuk bisa memudahkannya mencari ikan.
Samsudin berharap agar pemerintah lebih memperhatikan kondisi nelayan seperti dirinya, yang menjadi tulang punggung keluarga dengan penghasilan yang pas-pasan. (*)
(TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)