Berita Viral
Demi Kesenangan Semata, Mahasiswa di Bali Edit Foto Pakai AI Jadi Konten Syur, Sudah 35 Korban
Mahasiswa di Bali ini kerap edit foto pakai Artificial Intelligence (AI), foto tersebut kerap dijadikan sebagai konten syur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sdfhgdryj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Mahasiswa di Bali ini kerap edit foto pakai Artificial Intelligence (AI).
Foto yang di edit bukanlah foto sembarangan.
Namun, foto tersebut kerap dijadikan sebagai konten syur.
Hingga saat ini sudah ada 35 orang yang jadi korban dari aksi mahasiswa ini.
Baca juga: Kerap Live Streaming saat Berhubungan Badan, 2 Remaja dan 1 Mucikari di Medan Diringkus Polisi
Dilansir dari TribunMedan.com, Mahasiswa ini bernama Sergio Lucasandro Ksatria Dwi Putra.
Dia merupakan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Udayana (FEB Unud).
Laporan Tribun Bali menyebut, Sergio mengambil foto di media sosial milik korban.
Foto-foto itu kemudian diedit untuk dijadikan konten porno.
Kampus Beri Tanggapan
Baca juga: Masa Kecil Tak Pernah Dengan Azan, Celine Evangelista Mualaf Setelah Belajar 8 Tahun Tentang Islam
Terkait hal ini, pihak FEB Unud sudah melakukan tindak lanjut secara internal melalui Tim Etik Fakultas.
Selain itu, Rektor Universitas Udayana, I Ketut Sudarsana juga telah diberitahu terkait kasus tersebut.
Ketua Unit Komunikasi Unud, Ni Nyoman Dewi Pascarini menuturkan, pihaknya saat ini masih mempertimbangkan sanksi yang dijatuhkan terhadap pelaku.
“Universitas saat ini menunggu pertimbangan dari Dewan Etik Senat Universitas untuk menentukan bentuk sanksi yang sesuai berdasarkan tata tertib dan kode etik civitas akademika,” kata Dewi, Sabtu (26/4/2025), dilansir TribunNews dari Tribun Bali.
Dewi juga menuturkan, saat ini Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) juga telah melakukan pendalaman terhadap kasus ini.
Dia juga memastikan pihak kampus akan melakukan penyelidikan secara serius dan menyeluruh.
“Kami mohon pengertian semua pihak agar menghormati proses yang sedang berlangsung.
Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius dan Libra Hari Ini Minggu 27 April 2025: Cinta hingga Keuangan
"Kami juga terus mengawal kasus ini dengan prinsip keadilan, transparansi, dan perlindungan bagi semua pihak,” imbuhnya.
Di sisi lain, Dewi mengatakan belum bisa memastikan jumlah korban pelecehan akibat ulah Sergio.
Kini, Sergio tidak diperbolehkan untuk melanjutkan perkuliahan dan tengah menanti sidang kode etik.
“Yang bersangkutan tidak diperbolehkan mendapatkan layanan akademik dari perkuliahan dan layanan administrasi lainnya karena sedang menunggu proses sidang kode etik,” tutupnya.
Sempat Viral di Media Sosial
Sementara, kasus ini sempat viral di media sosial X lewat unggahan akun bernama @boileddonuts pada Kamis (22/4/2025) lalu.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Hari Ini Minggu 27 April 2025: Cinta hingga Keuangan
Dalam utas yang diunggah dalam akun tersebut, turut dibeberkan dugaan kronologi pelecehan seksual yang dilakukan Sergio.
Sergio disebut membuat konten porno dengan cara mengedit foto mahasiswi sejak Maret 2025.
"Pada pertengahan Maret 2025, tersebar informasi bahwa Sergio telah mengumpulkan dan mengedit foto-foto mahasiswi hingga menjadi konten tidak senonoh, bahkan mengarah ke pornografi," tulisnya.
Akun tersebut menyebut korban Sergio tidak sedikit dan mayoritas merupakan sesama mahasiswa di FEB Unud.
Awal Kasus Terungkap
Disebutkan, kasus ini akhirnya terungkap pertama kali ketika mantan pacar Sergio membuka ponsel milik pelaku dan menemukan folder berisi file foto korban yang sudah diedit.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus dan Gemini Hari Ini Minggu 27 April 2025: Cinta hingga Keuangan
"Kasus ini terungkap setelah mantan pacar pelaku berinisial N membuka ponsel Sergio dan menemukan folder-folder tersebut."
"Ia kemudian menghubungi beberapa korban yang dikenalnya untuk menyampaikan bukti dan memperingatkan mereka," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.