Kamis, 19 Maret 2026

Human Interest Story

Cerita Aten Beiko, Ibu Tunggal Paru Baya Berani Berjuang Demi Masa Depan Anaknya

Dengan semangat yang kuat, ia berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Aten menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Minarti Mansombo
zoom-inlihat foto Cerita Aten Beiko, Ibu Tunggal Paru Baya Berani Berjuang Demi Masa Depan Anaknya
TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin
HIS - Aten Boeko merupaka Wanita paru baya penjual tempurung di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/4/2025). Foto:Efriet S. Mukmin 

TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo--Aten Beiko, seorang ibu tunggal berusia 53 tahun, telah menjadi tulang punggung keluarga dengan menjual tempurung di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.

Dengan semangat yang kuat, ia berjuang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Aten memiliki dua anak, yang pertama sudah lulus SMA dan yang bungsu masih duduk di bangku SMP. 

Setelah suaminya meninggal dunia, Aten menjadi satu-satunya sumber penghasilan keluarga.

Baca juga: Cek Harga HP Vivo Y19s, Punya 6 Kelebihan, RAM 6GB, Baterai 5,500 mAh dan Desain yang Elegan

Baca juga: Selain Tangani Sampah di Kabupaten Gorontalo, Investor Akan Kurangi Angka Pengangguran

Ia telah berjualan tempurung selama 3 tahun di sebuah lapak sederhana, mulai pagi hingga malam hari.

Human Insta Story dmfnsnvs
HIS - Aten Boeko merupakan Wanita paru baya penjual tempurung di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, Rabu (23/4/2025). Foto:Efriet S. Mukmin

Lapak Aten tidak memiliki lampu sebagai penerangan, sehingga ia hanya memanfaatkan cahaya tetangga atau merkuri.

Harga tempurung yang dijualnya adalah Rp 10.000 per tas plastik.

Aten membeli tempurung dari orang lain per karung dengan harga Rp 2.500 per kilogram dan menjualnya secara eceran.

"Saya mengambil tempurung per karung yang dijual dengan harga Rp 2.500 per kilogram, kemudian membeli kelapa jadi untuk dijadikaan tempurung," ujar Aten kepada TribunGorontalo.com, Rabu (23/4/2025).

Pendapatan Aten tidak menentu, sehari bisa mencapai Rp 70.000, tetapi di hari-hari besar seperti lebaran, pendapatannya bisa mencapai Rp 700.000. 

"Kadang dari pagi hingga malam belum ada satu pun yang terjual, namun jika ada hajatan atau hari raya Idul Adha maka semuanya habis," ucapnya.

Baca juga: Gempa Bumi Dirasakan dengan Magnitudo 2,8 Mengguncang Wilayah, Sulawesi, Indonesia

Baca juga: Fasilitas Rumah Sakit ZUS Disoroti DPRD Gorontalo Utara, Pendingin Kamar Pasien hingga Toilet Rusak

Aten berharap adanya perhatian dari pemerintah untuk dapat bantuan usaha agar para pelaku UMKM bisa mandiri dan usahanya lancar.

"Semoga dengan adanya pemimpin yang baru di Gorontalo Utara bisa lebih memerhatikan rakyat kecil, berupa bantuan modal usaha," tambahnya.

Dengan demikian Aten berharap dapat meningkatkan usahanya dan memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.(*)


(Reporter TribunGorontalo.com/Efriet Mukmin)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved