Selasa, 3 Maret 2026

Penyakit Menular

1.257 Kasus HIV/Aids di Provinsi Gorontalo, Terbanyak Wiraswasta dan Penata Rias  

Data HIV dan Aids di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto 1.257 Kasus HIV/Aids di Provinsi Gorontalo, Terbanyak Wiraswasta dan Penata Rias  
Freepik
PENDERITA HIV/AIDS - Ilustrasi pengidap HIV/AIDS. Penderita HIV/Aids di Provinsi Gorontalo mencapai ribuan kasus dalam 23 tahun terakhir. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Data HIV dan Aids di Provinsi Gorontalo mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Sebagaimana data dari Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, pada tahun 2024 penderita Aids berada pada angka 48 dan HIV 194 dari total 242 kasus.

Mohamad Ramdhan Ismail selaku Pelaksana Program Penyakit Menular Dinkes Provinsi Gorontalo, mengatakan bahwa data Aids dan HIV di Gorontalo mengalami peningkatan dalam 23 tahun terakhir.

Kurun waktu 2001 hingga 2024 tercatat penyakit menular ini mencapai 1.257 kasus, di mana Aids sebanyak 551 kasus dan HIV 706 kasus. 

"Di Provinsi Gorontalo angka kasus HIV itu pada tahun 2024 mengalami peningkatan," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Senin (22/4/2025).

Ia menerangkan kasus itu meninggal akibat HIV/Aids sekitar 40 persen atau sebanyak 361 orang sejak 2001.

"Itu belum yang sudah pindah atau sudah nonaktif, untuk yang nonaktif ini kemungkinan sudah meninggal tapi tercatat di kami masih aktif jadi kami kategorikan ODHIV nonaktif," terangnya.

Meski demikian, ada sebanyak 648 orang sudah menggunakan Antiretroviral atau ARV. 

Sebagai informasi, ARV merupakan obat yang berfungsi menekan perkembangan virus HIV dalam tubuh manusia. Obat ini dikonsumsi oleh penderita HIV seumur hidupnya.

"Kalau sudah minum obat berarti risiko penularan ke orang lain berkurang," jelasnya.\

Baca juga: Bisakah Paslon Ajukan Gugatan ke MK setelah PSU? Begini Penjelasan KPU Provinsi Gorontalo

Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo disebut telah berupaya melakukan pencegahan dini untuk kasus HIV/Aids.

"Justru karena kita kerja kita melakukan deteksi dini maka kita mendapatkan kasus yang tinggi," bebernya.

Sementara itu, ada banyak langkah-langkah yang telah diambil dengan melakukan pengobatan secara gratis kepada pasien yang sudah terjangkit, lalu kemudian sosialisasi ke semua pihak.

"Jadi semua pihak harus berperan aktif untuk menanganiAids dan HIV agar tidak akan bertambah," tegasnya.

Berikut jumlah kasus HIV/Aids tahun 2001-2024 berdasarkan domisili:

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved