Universitas Negeri Gorontalo
Rektor Eduart Wolok Sampaikan Turut Berbela Sungkawa Atas Mahasiswa Korban air Bah di Gorontalo
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa 10 mahasiswanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/srtgjdryhmjthmk.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok turut berbela sungkawa atas kejadian yang menimpa 10 mahasiswanya.
Ucapan itu disampaikannya ketika berkunjung ke salah satu rumah korban yang meninggal, Regina Malaka di Desa Taluduyunu, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Kedua orang tua Regina, Ferdi Malaka dan Ningsih Dehiyo pun tak kuasa menahan kesedihannya ketika bertemu dengan Eduart yang didampingi jajaran pimpinan universitas.
Baca juga: Bukan Ridwan Kamil, Ini Sosok Ayah Biologis Anak dari Lisa Mariana, Siap Tes DNA Yakin Benar
Duka yang bergitu mendalam turut dirasakan oleh kedua orang tua Regina.
Dalam kesempatan itu pun, Eduart turut berziarah langsung ke makam Regina Malaka di belakang rumah orang tuanya.
Eduart lantas melantunkan doa dan zikir untuk Regina.
Baca juga: Miris, Ayah di Pontang Tega Cabuli Anak Kandungnya Sendiri hingga Hamil
Secara khusus, dia menyampaikan ucapan belasungkawa untuk para korban mahasiswa kali ini.
Eduart berharap keluarga dapat diberi kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini.
"Atas nama pribadi dan seluruh civitas akademika UNG, saya menyampaikan belasungkawa yang sebesar-besarnya. Kami turut berduka dan merasa sangat kehilangan,” ujar Rektor.
Baca juga: Wanita Ini Viral Karena Kerap Posting Bukti Transfer Belanjanya yang Cuma Editan, Begini Sosoknya
Menurut Eduart, kehadiran UNG di tengah keluarga korban bukan hanya sebagai bentuk tanggung jawab, namun sebagai bagian dari keluarga besar civitas akademika yang merasakan duka mendalam atas kehilangan mahasiswa terbaiknya.
Selain bertemu keluarga Regina, Eduart bersama jajaran pimpinan juga drencanakan akan berkunjung ke Desa Inobonto dan Ratatotok kediaman dari dua korban lainnya.
Rektor Kenang Mahasiswi UNG yang Meninggal Dunia Akibat Hanyut di Sungai Bulawa Gorontalo
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok mengenang mahasiswi KKN yang meninggal dunia di Bulawa Gorontalo.
Kata Eduart, ketiga mahasiswi ini yakni Regina Malaka, Sri Magfirah Mamonto dan Alfateha Ahdania Ahmadi merupakan mahasiswi terbaik yang dimiliki UNG.
Mereka adalah sosok mahasiswa yang aktif dan cerdas di kampus merah maron.
Sehingga ini menjadi luka mendalam bagi pihak kampus.
Baca juga: Ramalan Zodiak Aries dan Taurus Besok Sabtu 19 April 2025: Cinta hingga Keuangan
Kami sangat bangga sekaligus sangat kehilangan,” lanjutnya.
Pihak kampus pun telah memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ketiga mahasiswi ini.
Eduart sendiri mengatakan bahwa akan menyempatkan diri menghadiri takziah keluarga korban.
"Kami ingin hadir, menyampaikan empati secara langsung, dan menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri,” tambah Eduart.
Hal itu sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi mereka dalam menjalankan tugas ilmiah di lapangan.
Selain memastikan proses pemulangan jenazah berjalan dengan layak dan hormat, Eduart juga mengatakan pihaknya tengah memantau kondisi tujuh mahasiswa lain yang selamat.
Baca juga: Evakuasi Korban KKN UNG di Desa Dunggilata Gorontalo Selesai, Rektor: Terima Kasih Atas Bantuannya
Menurut Eduart kunjungan bukan hanya soal duka, tapi juga soal tanggung jawab pihaknya sebagai institusi.
"Sebagai institusi, kami merasa bertanggung jawab penuh atas apa yang terjadi,” tukasnya.
Adapun ketiga mahasiswa korban meninggal tersebut dimakamkan di kampung halaman masing-masing:
1.Regina Malaka – dimakamkan di Marisa, Kabupaten Pohuwato
2.Sri Maghfira Mamonto – dimakamkan di Inobonto, Sulawesi Utara
3.Alfateha Ahdania Ahmadi – dimakamkan di Ratatotok, Sulawesi Utara. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.