Hiu Paus Gorontalo

5 Hiu Paus Botubarani Kini 'Terkoneksi' ke Satelit, Pergerakannya Dipantau Pakai GPS

Sebanyak lima ekor hiu paus di Wisata Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, kini dilengkapi dengan penanda satelit (tagging).

|
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto 5 Hiu Paus Botubarani Kini 'Terkoneksi' ke Satelit, Pergerakannya Dipantau Pakai GPS
facebook/gusckam.luphinchay
HIU PAUS GORONTALO - Seorang pengunjung Hiu Paus Gorontalo berfoto di perahu kaca. Sebagai informasih jika hiu paus di wilayah ini dilengkapi tagging satelit. 

Botubarani dipilih sebagai lokasi pemasangan tagging karena merupakan tempat di mana hiu paus sering muncul di pesisir pantai.

“Memang di Gorontalo, kemunculan hiu paus paling sering terlihat di Botubarani," kata Hartati.

Karena itu, tujuan utama dari pemasangan ini adalah untuk memantau migrasi mereka.

"Apakah mereka hanya berada di pesisir Botubarani atau apakah mereka berenang hingga ke wilayah lain di Gorontalo.”

Agar individu tetap terlacak, pihaknya kata dia menjaga agar alat tetap berfungsi dengan baik.

“Pemeliharaan alat ini sangat penting. Kami tidak hanya memasangnya, tetapi juga secara berkala membersihkan alat agar tetap bisa terbaca oleh satelit,” ungkap Hartati.

Daya Tarik Wisata Hiu Paus

Selain sebagai langkah konservasi, keberadaan hiu paus di Botubarani juga memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata lokal.

Salah seorang pengunjung, Rival Hasan, mengatakan bahwa keberadaan hiu paus telah menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

“Dengan adanya hiu paus, ini benar-benar menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya.

Rival juga menambahkan bahwa pengelolaan wisata yang ramah lingkungan dan mendukung konservasi harus terus dipertahankan agar lebih banyak wisatawan datang ke Botubarani.

“Pengelolaan yang ramah ini sangat penting, dan saya harap semakin banyak wisatawan yang datang untuk melihat langsung hiu paus,” harapnya.

Berdasarkan pengamatan Tribun Gorontalo, meskipun cuaca panas, jumlah pengunjung di Botubarani terbilang cukup ramai, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, yang antusias melihat langsung hiu paus.

Pemasangan tagging ini memberikan harapan baru bagi pelestarian satwa langka tersebut dan peningkatan kunjungan wisatawan yang terus berkembang.

Dengan upaya konservasi yang terus diperkuat, diharapkan keberadaan hiu paus di Botubarani bisa bertahan dan semakin banyak orang yang mengenal pentingnya menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang. (*)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved