Hiu Paus Gorontalo
5 Hiu Paus Botubarani Kini 'Terkoneksi' ke Satelit, Pergerakannya Dipantau Pakai GPS
Sebanyak lima ekor hiu paus di Wisata Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, kini dilengkapi dengan penanda satelit (tagging).
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/2025-04-18_Seorang-pengunjung-Hiu-Paus-Gorontalo-berfoto-di-perahu-kaca.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sebanyak lima ekor hiu paus di Wisata Botubarani, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, kini dilengkapi dengan penanda satelit (tagging).
Pemasangan perangkat ini dilakukan oleh pihak Konservasi Indonesia bekerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Gorontalo.
Tujuannya untuk mengawasi populasi hiu paus di wilayah tersebut.
Abdy Hasan, perwakilan dari Konservasi Indonesia, menjelaskan bahwa tagging dilakukan untuk memantau pergerakan hiu paus di perairan Botubarani.
Baca juga: Indonesia Cari Pasar Ekspor Baru di Eropa dan Australia Akibat Tarif Dagang AS
“Kami memasang penanda satelit di sirip hiu paus, yang kemudian akan mengirimkan sinyal ke satelit untuk melacak kemana mereka bergerak,” ungkap Abdy kepada Tribun Gorontalo pada Jumat (18/4/2025).
Pemasangan tagging bertujuan untuk mendalami pola migrasi hiu paus serta mendukung upaya pengelolaan yang lebih baik terhadap spesies ini.
“Ini untuk pengelolaan hiu paus itu sendiri,” jelasnya, menekankan bahwa keberadaan tagging sangat penting dalam upaya pelestarian satwa ini.
Pemasangan yang Aman dan Terjamin Etis
Meskipun teknologi ini melibatkan pemasangan alat di tubuh hiu paus, Abdy memastikan bahwa proses pemasangan tidak membahayakan hewan tersebut.
“Pemasangan tagging ini sudah melalui sidang etik dan proses permohonan penelitian di Indonesia, jadi kami pastikan ini aman,” tegasnya.
Pemasangan tagging pertama kali dilakukan di Botubarani pada Desember 2022.
Tahun ini, Konservasi Indonesia kembali melanjutkan program ini dengan memasang penanda satelit pada dua individu hiu paus pada 17-18 April 2025.
Selain itu, Hartati Isima dari Satuan Unit Organisasi Pengelola Kawasan Konservasi Teluk Gorontalo menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan kelanjutan dari upaya serupa yang telah dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.
“Pada 2022, kami berhasil memasang dua tagging, kemudian pada 2023 satu satelit, dan kini kami kembali menambahkan dua unit bantuan satelit,” terangnya.
Botubarani: Pusat Kemunculan Hiu Paus di Gorontalo
Botubarani dipilih sebagai lokasi pemasangan tagging karena merupakan tempat di mana hiu paus sering muncul di pesisir pantai.
“Memang di Gorontalo, kemunculan hiu paus paling sering terlihat di Botubarani," kata Hartati.
Karena itu, tujuan utama dari pemasangan ini adalah untuk memantau migrasi mereka.
"Apakah mereka hanya berada di pesisir Botubarani atau apakah mereka berenang hingga ke wilayah lain di Gorontalo.”
Agar individu tetap terlacak, pihaknya kata dia menjaga agar alat tetap berfungsi dengan baik.
“Pemeliharaan alat ini sangat penting. Kami tidak hanya memasangnya, tetapi juga secara berkala membersihkan alat agar tetap bisa terbaca oleh satelit,” ungkap Hartati.
Daya Tarik Wisata Hiu Paus
Selain sebagai langkah konservasi, keberadaan hiu paus di Botubarani juga memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata lokal.
Salah seorang pengunjung, Rival Hasan, mengatakan bahwa keberadaan hiu paus telah menambah daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
“Dengan adanya hiu paus, ini benar-benar menarik minat wisatawan, baik lokal maupun mancanegara,” ujarnya.
Rival juga menambahkan bahwa pengelolaan wisata yang ramah lingkungan dan mendukung konservasi harus terus dipertahankan agar lebih banyak wisatawan datang ke Botubarani.
“Pengelolaan yang ramah ini sangat penting, dan saya harap semakin banyak wisatawan yang datang untuk melihat langsung hiu paus,” harapnya.
Berdasarkan pengamatan Tribun Gorontalo, meskipun cuaca panas, jumlah pengunjung di Botubarani terbilang cukup ramai, baik wisatawan lokal maupun mancanegara, yang antusias melihat langsung hiu paus.
Pemasangan tagging ini memberikan harapan baru bagi pelestarian satwa langka tersebut dan peningkatan kunjungan wisatawan yang terus berkembang.
Dengan upaya konservasi yang terus diperkuat, diharapkan keberadaan hiu paus di Botubarani bisa bertahan dan semakin banyak orang yang mengenal pentingnya menjaga kelestariannya untuk generasi mendatang. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.