Kamis, 5 Maret 2026

Pengobatan Sesat Gorontalo

Polisi dan Kades Tindak Pengobatan Menyimpang di Desa Ilotidea Kabupaten Gorontalo

Roberto Gustam Bobihoe, Kades Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo benarkan adanya informasi dugaan pengobatan sesat di Desa Ilotidea.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Polisi dan Kades Tindak Pengobatan Menyimpang di Desa Ilotidea Kabupaten Gorontalo
FOTO: Herjianto Tangahu, TribunGorontalo.com
TKP - Rumah pengobatan menyimpang di Desa Ilotidea, Kabupaten Gorontalo. Hari ini Kamis 17 April 2025 rame-rame warga mendatangi warga. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Roberto Gustam Bobihoe, Kades Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo benarkan adanya informasi dugaan pengobatan sesat di Desa Ilotidea.

Hal itu dikatakan Roberto saat diwawancarai TribunGorontalo.com pagi tadi Kamis (17/4/2025).

Pihaknya sebelumnya sudah menerima informasi adanya praktek terlarang itu sejak hari Senin, namun baru bisa meninjau lokasi pada hari Selasanya.

"Memang benar laporan itu tentang keberatan terhadap pengobatan yang sudah tidak wajar," kata Roberto membenarkan informasi.

Baca juga: Tangis Ayah Alfateha Ahdania Ahmadi Mahasiswi UNG Korban Terseret Air Bah saat KKN di Desa Bulawa

Ketidakwajaran ini dilihat dari media pada praktek pengobatan yang sangat janggal.

Bukan yang sakit diobati melainkan keluarganya, seperti anak-anak.

Sesuai informasi yang ia terima, anak-anak yang dijadikan sebagai media pengobatan digunduli.

"Perempuan maupun laki-laki (anak pasien), botak," imbuhnya.

Proses pengobatan dilanjutkan malam hari dengan ritual yang belum diketahui.

"Paginya mandi air cabai," tambahnya.

Hal itu dikuatkan dengan pantauan di lokasi pengobatan dimana ada bekas biji cabai di samping rumah dekat dengan loyang air.

Belum diketahui secara pasti penyakit apa yang biasa diobati oleh pelaku.

Sebagai informasi, pelaku pengobatan ini merupakan wanita paru baya asli Ilotidea.

Dalam kesehariannya, Roberto mengatakan yang bersangkutan biasa-biasa saja seperti warga lain pada umumnya.

Sebenarnya pelaku merupakan tukang pijat tradisional, namun akhir-akhir ini terinformasi diduga melakukan pengobatan sesat.

Baca juga: Duka Mahasiswa KKN UNG, Bendera Setengah Tiang Berkibar di Rektorat

Karena telah melibatkan anak-anak, maka proses ini sudah menjadi atensi dari Subsektor Tilango, Polsek Telaga.

Kasubsektor Tilango, Ipda Erfin menjelaskan pihaknya menerima informasi dari warga bersama dengan Sekdes Ilotidea.

Setelah menerima informasi, ia memerintahkan anggotanya untuk mendatangi lokasi pelaksanaan praktek pengobatan yang diduga sesat tersebut.

Pelaku pengobatan langsung dipanggil ke ke Kantor Subsektor untuk dimintai keterangan.

"Karena kondisi saat itu banyak masyarakat yang keberatan, makannya kami limpahkan ke Polsek Telaga," kata Erfin.

Hal itu dilakukan jangan sampai ada warga yang mengamuk.

Pelaku kemudian dimintai keterangan di Polsek guna penyidikan lebih lanjut.

Proses ini juga turut serta diawasi oleh Danpos Tilango, Mujiono.

Hari ini Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tilango juga turut hadir mendengarkan informasi yang disampaikan oleh Kades Ilotidea.

Kepala KAU Tilango juga sempat kaget dengan informasi yang beredar. 

Menurutnya, seluruh pihak harus terlibat melakukan upaya penanganan dan pengawasan terhadap kasus ini.

"Yang paling utama adalah bagaimana kita melakukan sosialisasi dan mengawasi adanya praktek-praktek semacam ini," ujarnya saat pertemuan bersama Kades Ilotidea, Kasubsektor dan Danpos Tilango.

Awal Viral

Praktik dugaan pengobatan menyimpang baru-baru ini diviralkan oleh seorang pengguna Facebook dan dikirimkan ke redaksi TribunGorontalo.com, Kamis (17/4/2025). 

Dugaan ini direkam dan diunggah ke media sosial Facebook oleh akun Miranti Salim Abdullah pada Rabu (16/4/2025).

Video berdurasi 11 menit 31 detik itu pun viral. Menampilkan dugaan praktik ilmu sesat di sebuah tempat yang berlokasi di Kabupaten Gorontalo.

Dalam unggahannya, Miranti Salim Abdullah menuliskan keterangan yang cukup menghebohkan.

Ia menyebut tempat tersebut sebagai "tempat biadab" dan "ilmu sesat," serta mengaku bahwa dirinya dan keluarganya telah menjadi korban.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa om dan tantenya beserta anak-anak mereka menjadi korban praktik tersebut.

Ciri-cirinya seperti rambut digunduli habis, makan hanya satu kali sehari, dimandikan air campuran cabai (rica), hingga dilarang berkomunikasi dengan keluarga di luar tempat tersebut.

"Vidio ini sengaja saya bagikan agar tidak ada orang lain lagi yang jadi korban. Cukup saya dan keluarga kami yang menjadi korban dan memetik pembelajaran dari tempat BIADAB ini," tulis Miranti dalam keterangannya.

Ia juga berharap pihak kepolisian setempat dapat mengadili pelaku dengan seadil-adilnya.

Hingga berita ini dikutip, video tersebut telah mendapatkan 3,4 ribu likes, 797 komentar, dan 478 ribu tayangan di Facebook.(*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved