Human Interest Story
Cerita Usman, Penjual Ikan Segar di Gorontalo Utara, Rela Berkeliling Demi Penuhi Kebutuhan Keluarga
Setiap pagi selepas salat Subuh, Usman menyampiri TPI yang terletak tak jauh dari rumahnya. TPI ini menjadi sumber ikan segar yang kerap dijualnya
Penulis: Efriet Mukmin | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/dgfjket5uykjmytj.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Usman (45), seorang penjual ikan keliling di Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo.
Usman tinggal di Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.
Setiap pagi selepas salat Subuh, Usman kerap menghampiri Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang tak jauh dari rumahnya.
TPI ini menjadi sumber ikan segar yang kerap dijualnya berkeliling.
Baca juga: Ismail Kadir Cerita Pengalaman 27 Tahun jadi Buruh Pelabuhan Ferry Gorontalo
Dengan menggunakan sepeda motor dengan box hasil tangannya sendiri, Usman kerap mencari ikan segar nan murah.
Setelah membeli ikan, Usman pun mulai berkelana dari desa satu ke desa lainnya, dari kecamatan satu ke kecamatan lainnya untuk menghabiskan dagangannya.
Dari pagi hingga sore hari, Usman bakal mengitari Kabupaten Gorontalo Utara hingga di Kecamatan Anggrek.
Bahkan Usman pernah berjualan hingga ke perbatasan Kabupaten Gorontalo Utara dan Kabupaten Gorontalo.
Baca juga: Demi Uang Rp400 Ribu, Sepasang Remaja di Medan Live Streaming Sedang Berhubungan
Dengan semangat membara Usman rela melakukan hal itu untuk memenuhi kebutuhan kedua anaknya yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).
"Banyak kebutuhan, jadi mau tidak mau," ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Kamis (17/4/2025).
Walaupun belum genap satu tahun Usman menjajakan profesi sebagai pedagang ikan berkeliling, namun ia tetap berusaha keras untuk bersaing.
Usman baru tujuh bulan menjadi penjual ikan, sebelumnya dia bekerja sebagai tukang.
Baca juga: Pria Ini Viral Gegara Nyamar Jadi Perempuan, Nekat Pakai Mukena hingga Salat di Saf Perempuan
Dengan niat mendapat penghasilan lebih besar, maka Usman mencoba peruntungannya di bidang pekerjaan lainnya.
"Sebelumnya saya adalah tukang, bekerja di somel, namun saya ingin mencoba usaha baru berharap bisa mendapat penghasilan lebih besar," lanjutnya.
Kata Usman, seorang pedagang seperti dirinya keuntungan yang didapat tidak tetap.
Namun, Usman kerap mendapat keuntungan kotor sebesar Rp300 ribu dari ikan yang dijualnya.
"Pendapatan tak menentu sesuai Rizki yang Allah berikan, jika bersih dari 300 itu, Alhamdulillah Rp 70 ribu," ucapnya.
Baca juga: Sakit Hati Karena Merasa Dikhianati, Seorang Wanita di Muna Barat Bakar Rumah Kekasihnya
Walaupun pendapatan tidak menentu, Usman tetap bersyukur dan tak pernah menyerah.
Hujan dan terik pun sudah dirasakannya walaupun baru berjalan setengah tahun pekerjaannya.
Bahkan dirinya kerap diremehkan pedagang lainnya.
Tapi, Usman tidak pernah getir, ia tetap melanjutkan berjualan.
Baca juga: Profil Ariyanto Bakri Tersangka Dugaan Suap Kasus Korupsi Ekspor CPO
Usman meyakini bahwa rezeki sudah di atur oleh Yang Maha Kuasa.
"Jangan sampai karena pekerjaan kita meninggalkan salat 5 waktu," tegasnya.
Usman berharap usahanya bisa mencukupi kebutuhan keluarga kecilnya dirumah.
(TribunGorontalo.com/Efrit Mukmin)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.