Selasa, 24 Maret 2026

Mahasiswa UNG Hanyut

Sosok Fiqri Fariz Pakaya, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Gorontalo: Aktif Organisasi Kampus

Fiqri Fariz Pakaya menjadi satu dari 10 mahasiswa Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang menjadi korban bencana air bah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Fiqri Fariz Pakaya, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Gorontalo: Aktif Organisasi Kampus
Kolase TribunGorontalo.com/UNG
MAHASISWA TEKNIK GEOLOGI - Potret Fiqri Fariz Pakaya, mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 Universitas Negeri Gorontalo. Sosok aktif berorganisasi. 

Tampak ibu Fiqri terisak melihat anaknya diperban di dahi kanannya. Ayah korban menemani di samping.

Awalnya pihak keluarga mendapatkan informasi simpang siur mengenai kondisi Fiqri.

Setelah memastikan Fiqri selamat dari bencana, keluarga langsung berangkat menuju Gorontalo.

Pihak keluarga kini menunggu Fiqri pulih.

Pagi ini Rektor UNG Eduart Wolok menjenguk Fiqri.

Sebelumnya Eduart memastikan UNG akan memberikan bantuan kepada para mahasiswa korban bencana air bah.

Kronologi kejadian

MAHASISWA TENGGELAM - Potret proses evakuasi korban tenggelam di sungai Bulawa, Bone Bolango, Selasa (15/4/2025). Tiga mahasiswa UNG meninggal dunia.
MAHASISWA TENGGELAM - Potret proses evakuasi korban tenggelam di sungai Bulawa, Bone Bolango, Selasa (15/4/2025). Tiga mahasiswa UNG meninggal dunia. (Tangkapan layar video)

Diketahui para korban merupakan mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.

Insiden berawal ketika 10 mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Setelah itu, mereka turun sekitar pukul 16.00 Wita.

Namun tiba-tiba mereka diterjang air bah. Para mahasiswa itu terseret arus.

Beberapa di antaranya tertahan di bebatuan. Sementara empat mahasiswa jatuh ke bawah.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya, Selasa (15/4/2025) malam.

"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," kata Rosbin melalui videobyang diterima TribunGorontalo.com.

"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," ungkapnya.

 

(TribunGorontalo.com/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo)

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved