Senin, 23 Maret 2026

Mahasiswa UNG Hanyut

Sosok Fiqri Fariz Pakaya, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Gorontalo: Aktif Organisasi Kampus

Fiqri Fariz Pakaya menjadi satu dari 10 mahasiswa Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang menjadi korban bencana air bah.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Sosok Fiqri Fariz Pakaya, Mahasiswa Teknik Geologi UNG Gorontalo: Aktif Organisasi Kampus
Kolase TribunGorontalo.com/UNG
MAHASISWA TEKNIK GEOLOGI - Potret Fiqri Fariz Pakaya, mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 Universitas Negeri Gorontalo. Sosok aktif berorganisasi. 

(Laporan: Muhammad Areal Limonu/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo)

TRIBUNGORONTALO.COM – Fiqri Fariz Pakaya menjadi satu dari 10 mahasiswa Teknik Geologi Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang menjadi korban bencana air bah.

Fiqri mengalami luka berat di bagian kepala. Wajahnya harus dijahit.

Diketahui Fiqri harus melewati masa kritis usai berjuang selamat dari terjangan air bah pada Selasa (15/4/2025).

Fiqri bersama dua rekannya dihantam  gelombang besar saat menuruni pegungungan di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Malangnya, dua wanita yang bersamanya kehilangan nyawa. Jasad mereka dievakuasi ke RSUD Tombulilato Kecamatan Bone Raya Kabupaten Bone Bolango.

Sosok Fiqri Fariz Pakaya 

REKTOR JENGUK MAHASISWA - Potret Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok saat mengenjuk   Fiqri Fariz Pakaya (21) mahasiswa Teknik Geologi yang dirujuk ke RSUD Aloei Saboe.
REKTOR JENGUK MAHASISWA - Potret Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok saat mengenjuk Fiqri Fariz Pakaya (21) mahasiswa Teknik Geologi yang dirujuk ke RSUD Aloei Saboe. (Istimewa)

Pria berusia 21 tahun ini bertugas sebagai Koordinator Desa Dunggilata Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango Provinsi Gorontalo.

Menurut Liya Anggraini, mahasiswa Pendidikan Geografi UNG mengatakan Fiqri adalah sosok aktif berorganisasi.

Wanita yang menjabat Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan itu menyebut keaktifan Fiqri terlihat dari korsa berwarna oranye.

"Korsa itu semacam atribut yang dikenakan sebagai tanda bahwa mereka sudah dikader menjadi anggota himpunan mahasiswa. Nah, dari situlah menandakan para korban adalah mahasiswa yang aktif di organisasi atau himpunan mahasiswa jurusan,” jelas Liya.

Selain itu, Fiqri memiliki minat di bidang kepramukaan.

Saat ini Fiqri masih menjalani perawatan intensif akibat luka yang dideritanya. 

Sebelumnya Fiqri dirujuk ke RSUD Aloei Saboe setelah sempat dirawat di RSUD Tumbulilato.

Ayah, ibu, dan kakak kandung Fiqri telah berada di RSUD Aloei Saboe

Mereka berangkat sekitar pukul 01.00 Wita dari Buol dan tiba di Gorontalo pukul 07.00 Wita.

Tampak ibu Fiqri terisak melihat anaknya diperban di dahi kanannya. Ayah korban menemani di samping.

Awalnya pihak keluarga mendapatkan informasi simpang siur mengenai kondisi Fiqri.

Setelah memastikan Fiqri selamat dari bencana, keluarga langsung berangkat menuju Gorontalo.

Pihak keluarga kini menunggu Fiqri pulih.

Pagi ini Rektor UNG Eduart Wolok menjenguk Fiqri.

Sebelumnya Eduart memastikan UNG akan memberikan bantuan kepada para mahasiswa korban bencana air bah.

Kronologi kejadian

MAHASISWA TENGGELAM - Potret proses evakuasi korban tenggelam di sungai Bulawa, Bone Bolango, Selasa (15/4/2025). Tiga mahasiswa UNG meninggal dunia.
MAHASISWA TENGGELAM - Potret proses evakuasi korban tenggelam di sungai Bulawa, Bone Bolango, Selasa (15/4/2025). Tiga mahasiswa UNG meninggal dunia. (Tangkapan layar video)

Diketahui para korban merupakan mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.

Insiden berawal ketika 10 mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Setelah itu, mereka turun sekitar pukul 16.00 Wita.

Namun tiba-tiba mereka diterjang air bah. Para mahasiswa itu terseret arus.

Beberapa di antaranya tertahan di bebatuan. Sementara empat mahasiswa jatuh ke bawah.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya, Selasa (15/4/2025) malam.

"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," kata Rosbin melalui videobyang diterima TribunGorontalo.com.

"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," ungkapnya.

 

(TribunGorontalo.com/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved