Mahasiswa UNG Hanyut
Rektor UNG Sebut 10 Mahasiswa Geologi Sudah Tiga Kali Naik ke Area Pertambangan untuk Pemetaan
Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Eduart Wolok, menyampaikan perasaan berduka atas musibah sepuluh mahasiswa Jurusan Teknik Geologi
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/sfdgyjteytrth.jpg)
Rektor juga menegaskan bahwa kampus bertanggung jawab secara penuh terhadap kondisi mahasiswa selamat maupun keluarga korban.
“Kami dari pihak rektorat akan terus mendampingi mereka, baik selama masa pemulihan fisik maupun psikis. Bahkan rencananya saya sendiri akan takziah ke rumah duka,” ucapnya.
Lanjut Eduart, peristiwa ini menjadi bahan evaluasi penting bagi UNG dalam menyusun prosedur keselamatan kegiatan lapangan ke depan.
Baca juga: Jajaran Birokrasi UNG Bakal Tinjau Mahasiswa KKN yang Terseret Air Bah di Kecamatan Bulawa Gorontalo
“Kita tidak ada yang menginginkan musibah ini terjadi. Tapi dari musibah ini, kita belajar bahwa unsur keselamatan harus jadi prioritas utama, apalagi di tengah cuaca ekstrem seperti sekarang,” ujarnya.
Sebagai langkah tanggap, sepuluh mahasiswa ini untuk sementara dibebastugaskan dari program KKN guna fokus pada pemulihan.
Adapun kegiatan KKN di lokasi lain tetap berjalan dengan pengawasan keselamatan yang lebih ketat.
Eduart juga menegaskan bahwa para mahasiswa tersebut bukan mahasiswa biasa.
Baca juga: Rektor UNG Perketat Pengawasan Kegiatan Mahasiswa di Luar Kampus Imbas Insiden KKN di Bulawa
“Mereka adalah mahasiswa berprestasi dari Jurusan Teknik Geologi. Beberapa di antaranya bahkan aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan akademik. Ini betul-betul kehilangan besar bagi kami.” tutupnya.
Insiden ini kata Eduart menjadi peringatan keras khususnya UNG dalam melaksanakan KKN.
"Kita akan akan memperketat posisi anak-anak yang akan melakukan penelitian lapangan, ini akan menjadi warning untuk KKN di mana saja," tegasnya.
Eduart menambahkan bahwa sebelum mahasiswa akan turun KKN, pihak kampus akan memberikan pembekalan yang ekstra kepada mereka.
Baca juga: Jadwal KM Sinabung Kapal Pelni untuk April 2025: Hari Ini Berangkat dari Banggai ke Bitung
Ketika mahasiswa berada di lokasi KKN pun, pengawasan masih terus dilakukan.
"Selama ini sudah kita ingatkan bahkan sebelum terjun KKN sudah pasti ada pembekalan dan sebagainya dan tetap kita akan terus tingkatkan pengawasan ke depannya," ucapnya.
(TribunGorontalo.com/Arianto Panambang/Jefry Potabuga)