Kamis, 26 Maret 2026

Mahasiswa UNG Hanyut

Kondisi Fiqri Fariz Pakaya Diungkap sang Ayah, Belum Bisa Makan Pascabencana Air Bah

Kondisi Fiqri Fariz Pakaya (21) diungkap ayah kandungnya, Kisman Pakaya. Menurut Kisman, Fiqri belum bisa memakan makanan berat.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kondisi Fiqri Fariz Pakaya Diungkap sang Ayah, Belum Bisa Makan Pascabencana Air Bah
Mohamad Ziad Adam
KELUARGA KORBAN – Kisman Pakaya, ayah dari Fiqri Fariz Pakaya, korban selamat insiden KKN Bulawa, saat menceritakan anaknya hanyut. Rabu (16/4/2025). Kisman mengungkap kondisi Fiqri di RSUD Aloe Saboe Kota Gorontalo. 

(Laporan: Mohamad Ziad Adam/Peserta Magang dari Universitas Negeri Gorontalo)

TRIBUNGORONTALO.COM – Kondisi Fiqri Fariz Pakaya (21) diungkap ayah kandungnya, Kisman Pakaya.

Menurut Kisman, Fiqri belum bisa memakan makanan berat.

Hal itu dikarenakan bibir Fiqri baru saja dijahit akibat gigi patah. Di dahinya juga terdapat lima jahitan.

Fiqri hanya bisa mengonsumsi jus menggunakan sedotan karena rahangnya masih kaku.

Ia saat ini dirawat intensif di RSUD Aloe Saboe, Kota Gorontalo.

Kisman mengatakan semua biaya pengobatan ditanggung oleh pihak Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Oleh karenanya, Kisman Pakaya menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian pihak kampus.

“Tadi saya dengar dari pihak kampus, katanya semua biaya ditanggung sampai anak saya sembuh. Kata Pak Rektor juga begitu,” ujar Kisman kepada TribunGorontalo.com, Rabu (16/4/2025).

Tubuh Fiqri hingga sekarang masih lemas. Ia kerap dibopong jika mau ke kamar mandi.

“Yang penting sekarang anak saya bisa pulih dulu. Saya juga sementara tinggal di rumah anak saya yang baru menikah, supaya dekat dari rumah sakit,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Sebelumnya pihak keluarga panik mendengar kabar Fiqri hanyut di sungai.

Ibu kandung Fiqri bahkan sempat pingsan saat mendengar informasi bahwa anaknya diduga meninggal.

"Penanganan korban menjadi prioritas, dan untuk biaya pengobatan, pihak kampus akan menanggung seluruhnya hingga kondisi mahasiswa kami pulih," ujar Eduart.

Eduart juga menyebutkan bahwa dari 10 mahasiswa, tiga meninggal dunia dan tujuh lainnya selamat.

Pihak kampus juga menyatakan akan melakukan pendampingan psikologis bagi para mahasiswa korban bencana air bah.

Langkah penarikan sementara mahasiswa KKN dari Desa Dunggilata sebagai bentuk mitigasi.

Tragedi ini memicu evaluasi internal di UNG, khususnya soal pengawasan kegiatan lapangan mahasiswa. Eduart menyampaikan bahwa pengawasan KKN akan diperketat ke depan.

“Kejadian ini menjadi peringatan keras, kami akan lebih selektif dalam penempatan dan pengawasan kegiatan mahasiswa di lapangan,” tegasnya.

Baca juga: Duka Mendalam Rektor UNG Eduart Wolok untuk Mahasiswa Teknik Geologi Korban Bencana Air Bah

Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Eduart Wolok, menyatakan duka mendalam atas 10 mahasiswa yang menjadi korban bencana alam di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo.

Menurut Eduart, pihak Civitas UNG sangat menyesali atas kejadian yang menimpa mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) tersebut.

"Terima kasih atas empati yang diberikan kepada teman-teman yang mengalami bencana alam kemarin. Kita ketahui bersama bahwa mahasiswa anak-anak kami yang ketimpa musibah bencana kemarin itu adalah bagian dari mahasiswa KKN di Kecamatan Bulawa Kabupaten Bone Bolango," ungkap Rektor saat ditemui awak media, Rabu (16/4/2025).

Eduart menyebut pihaknya akan mengambil pelajaran atas insiden ini.

 "Kita sebagai institusi pendidikan, kita harus mengambil hikmah, termasuk bagaimana membuat kegiatan KKN ke depan harus lebih memperhatikan keselamatan mahasiswa khususnya saat berkegiatan di lapangan," katanya.

UNG juga akan memberikan dukungan moril dan materil kepada mahasiswa korban bencana alam.

 "Kita melakukan support apa yang kita bisa lakukan, yang kita rawat di rumah sakit itu akan menjadi komitmen lembaga, untuk selama rehabilitasi maupun setelah rehabilitasi tetap harus kita perhatikan," ungkap Rektor.

Adapun tiga mahasiswa yang meninggal dunia telah dikebumikan di masing-masing rumah keluarga mereka yakni Marisa, Inobonto, dan Ratatotok. 

Rektor UNG berencana mengikuti takziah di rumah duka.

"Kita merasakan duka yang mendalam karena bagaimana pun juga ini adalah anak-anak terbaik kami, dan kehilangan mereka bukanlah salah satu yang mudah," jelas dia.

Eduart juga menjenguk mahasiswa yang selamat dari bencana air bah.

"Kita ingin memastikan bahwa mereka dalam kondisi yang baik dan mendapatkan perawatan yang tepat," bebernya.

Rektor UNG berharap dapat meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan mahasiswa saat melakukan kegiatan KKN di lapangan.

"Kita tidak ingin kejadian seperti ini terjadi lagi, dan kita harus memastikan bahwa mahasiswa kita aman dan selamat saat melakukan kegiatan KKN," pungkasnya.

Kronologi

Diketahui para korban merupakan mahasiswa Teknik Geologi angkatan 2022 UNG yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango.

Insiden berawal ketika 10 mahasiswa melakukan pemetaan di area pegunungan Desa Dunggilata, Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, pada Selasa (15/4/2025) sekitar pukul 10.00 Wita.

Setelah itu, mereka turun sekitar pukul 16.00 Wita.

Namun tiba-tiba mereka diterjang air bah. Para mahasiswa itu terseret arus.

Beberapa di antaranya tertahan di bebatuan. Sementara empat mahasiswa jatuh ke bawah.

Hal ini dijelaskan oleh Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya, Selasa (15/4/2025) malam.

"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," kata Rosbin melalui videobyang diterima TribunGorontalo.com.

"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," ungkapnya.

Berikut Identitas mahasiswa yang meninggal dunia:

1. Nama : Sri Magferah Mamonto
Umur : 21 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Desa Tadoi, Kecamatan Inobonto, Kabupaten Bolaang Mongondow, Provinsi Sulawesi Utara

2. Nama : Alfateha Ahdania Ahmadi
Umur : 21 tahun
Pekerjaa : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Kecamatan Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara, Provinsi Sulawesi Utara

3. Nama : Regina Malaka
Umur : 21 Tahun
Pekerjaan : Mahasiswa UNG Fakultas MIPA
Alamat : Desa Taduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo

Ketiga mahasiswa ini pun dipulangkan ke kampung halamannya masing-masing untuk disemayamkan.

7 mahasiswa selamat

Mereka adalah Fiqri Fariz K Pakaya, warga Kuala Besar, Kecamatan Paleleh, Sulawesi Tengah, dan Risman Ahmad, warga Taliabu, Maluku Utara.

Sementara itu, lima mahasiswa berhasil dievakuasi dari pegunungan, yakni:

1. Sukirman Satar, warga Kambani, Sulawesi Tengah

2. Nirmawati Musa, warga Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo

3. Lisda B Laindjong, warga Dutuno, Buol, Sulawesi Tengah

4. Ahmad Firli Aprilio Mamonto, warga Upay, Kotamobagu

5. Alif Rahmat Sandhi, warga Isimu, Gorontalo.


(TribunGorontalo.com/Peserta Magang)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved