Mahasiswa UNG Hanyut
Jenazah Regina, Mahasiswa UNG yang Tewas Terseret Sungai Tiba di Rumah, Keluarga Histeris
Regina Malaka, salah satu mahasiswi jurusan Teknik Geologi UNG semester 7 yang menjadi korban terseret arus sungai tiba di rumah duka.
Penulis: Redaksi | Editor: Prailla Libriana Karauwan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/rthe5wthhwh.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Regina Malaka, salah satu mahasiswi jurusan Teknik Geologi UNG semester 7 yang menjadi korban terseret arus sungai tiba di rumah duka, Rabu (16/4/2025).
Hal itu dilihat dari siaran langsung milik Agus R. Hamid di akun Facebooknya.
Siaran langsung yang berdurasi 48 detik ini memperlihatkan keadaan rumah duka Regina Malaka.
Regina merupakan mahasiswi UNG dari Desa Taluduyunu, Kecamatan Buntulia, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.
Baca juga: 3 Mahasiswa UNG Gorontalo Meninggal usai Diterjang Air Bah, Warga Kenang saat Pertemuan Terakhir
Dari tayangan tersebut di awal terlihat rumahnya sudah dipasangi tenda serta keranda mayat telah tersedia.
Selain itu, iringan suara alquran dan keluarga serta orang-orang terdekatnya nampak tengah menunggu kedatangan jenazah Regina.
Di dalam rumahnya pun telah disiapkan untuk penguburan Regina.
Nampak dalam tayangan itu juga, ibu Regina yang mengenakan hijab putih serta baju hitam tampak tak menahan kesedihan sambil beberapa kali melap air matanya.
Baca juga: UNG Bakal Beri Bantuan kepada Mahasiswa yang Terseret Sungai, Termasuk Rehabilitasi Korban
Hal serupa pun terlihat dari sang ayah yang lengkap menggunakan peci serta kameja berwarna putih
Mereka tengah menunggu anak satu-satunya pulang ke rumah.
"Orang tuanya sangat terpukul dengan kepergian Regina karena belum lama pulang kampung kemarin," lanjutnya.
Sekitar di detik ke 11.04 mobil ambuance yang membawa jenazah Regina telah tiba di rumah duka.
Meskipun belum dikeluarkan dari mobil ambulans namun suara tangisan terdengar.
Baca juga: Fakta-fakta 10 Mahasiswa UNG Gorontalo Diterjang Air Bah di Pegunungan Bulawa: 7 Selamat 3 Tewas
"Dia anak tunggal, anak satu-satunya ini Regina," ujar Agus dalam tayangan siaran langsung itu.
"Ya allah atiolo (Kasian) ati," kata Agus sembari sesenggukan.
Warga yang menunggu terlebih keluarganya langsung berhamburan ketika jenazah Regina dikeluarkan dari mobil ambulans.
"Ya allah Gina," ujar salah seorang sambil menangis.
Baca juga: Daftar Nama 7 Mahasiswa Jurusan Geologi UNG yang Selamat usai Terseret Arus Sungai
Ketika sampai di rumah, keluarga pun tampak histeris menyambut kedatangan Regina.
Duka begitu mendalam dirasakan keluarga sebab yang mereka ketahui Regina sedang melakukan KKN dalam keadaan sehat.
Terlihat salah seorang anggota keluarganya tengah mencium dengan begitu lama pertanda kehilangan yang terasa berat dirasakan.
"Kasian air mata," ujar Agus dalam video tersebut.
Ibu Regina pun tak kuasa menahan kesedihan ketika jenzah anaknya diletakkan.
Tampak begitu menjerit sembari memukul-mukul kepalanya.
Baca juga: UPDATE Terbaru! Total 3 Mahasiswi KKN Gorontalo Jurusan Teknik Geologi UNG Meninggal
"Huu kenapa jadi begini," isak tangis sang ibu.
Kamar yang dijadikan tempat Regina pun terlihat sesak.
Beberapa keluarga ingin melihat jenazah Regina untuk terakhir kalinya.
"Gantian dulu," ujar Agus.
Tayangan video ini pun langsung bertaburan ucapan bela sungkawa.
Baca juga: BREAKING NEWS: 10 Mahasiswa KKN UNG Hanyut di Sungai Bulawa Gorontalo, 2 Meninggal Dunia
"Ya Allah kasiang,, turut berduka cita,, semoga husnul khotimah,, aminn," ungkap akun Fitri Mursali.
"Lailahaillaullah anak satu satunya masi dlm perjuangan mo kse bangga orang tua aty," ungkap Laras.
"Semoga alm husnul khotimah," ujar akun Avrilia Lhyn
"Yahallah K reginaa," ujar Alya Rasyid,"
Kronologi dari Pihak Kampus
Kepala Pusat Studi KKN, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPPM) Universitas Negeri Gorontalo, Rosbin Pakaya mengungkap kronologi 10 mahasiswa KKN UNG yang terseret arus sungai di Kecamatan Bulawa, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo pada Selasa (15/04/2025)
Rosbin Pakaya menjelaskan sebelum kejadian para mahasiswa tersebut naik gunung untuk melakukan pemetaan pada Selasa pukul 10.00 Wita.
"Setelah melakukan pemetaan (di gunung), mereka turun sekitar jam 3 atau jam 4 sore," ungkapnya melalui video.
Saat para mahasiswa turun dari lokasi penelitian, muncul banjir bandang.
"Tiba-tiba ketika mereka turun itu ada air bah yang tiba-tiba menghantam mereka," jelasnya
Dia mengungkap saat dihantam banjir bandang, kesepuluh mahasiswa KKN tersebut terpisah.
"Ada yang masih sempat singgah di batu, ada yang langsung jatuh ke bawah," katanya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.