Rabu, 4 Maret 2026

Berita Kabupaten Boalemo

65 Peserta Calon Paskibraka Boalemo Gorontalo Jalani Seleksi dari Parade hingga Tes Kesehatan

Sebanyak 65 pelajar kelas 10 dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengikuti seleksi calon Paskibraka tahun 2025.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto 65 Peserta Calon Paskibraka Boalemo Gorontalo Jalani Seleksi dari Parade hingga Tes Kesehatan
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
SELEKSI PASKIBRAKA - Siswa-siswi saat menjalani proses seleksi Paskibraka di Lapangan Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Selasa (15/4/2025). Sebanyak 65 pelajar kelas 10 dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengikuti seleksi calon Paskibraka tahun 2025. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo -- Sebanyak 65 pelajar kelas 10 dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengikuti seleksi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2025, Selasa (15/4/2025).

65 peserta ini mengikuti serangkaian tes yang dilangsungkan di Lapangan Tenis, Desa Modelomo, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo.

Tes yang akan mereka hadapi mulai dari parade, pemeriksaan fisik dan tes kesehatan.

Baca juga: Daftar Plat Nomor 9 Unit Motor Curian yang Diungkap Polresta Gorontalo Kota

Ketiga tes ini akan menjadi pintu pertama menjaring peserta terbaik yang akan bertugas dalam HUT ke-80 Republik Indonesia di tingkat Kabupaten Boalemo dan Provinsi Gorontalo.

Pantauan TribunGorontalo.com, Selasa (15/4/2025) seleksi tersebut berlangsung lancar dan tertib.

Setiap siswa memberikan penampilan terbaik di hadapan tim penilai.

Mereka pun mengikuti arahan dari tim penilai selama proses seleksi berlangsung.

Salah satu peserta calon Paskibraka, Daniel Valiant siswa asal SMA Negeri 1 Tilamuta mengaku telah menyiapkan diri sejak lama untuk mengikuti seleksi ini.

Baca juga: Alasan Jenazah Salsabilah Ibrahim Tak Jadi Diautopsi, Langsung Dibawa ke Rumah di Tabongo Gorontalo

Bagi Daniel menjadi seorang Paskibraka adalah cita-citanya sejak SMP.

“Saya bangga kalau bisa mewakili sekolah dan Boalemo. Ini bukan cuma soal baris-berbaris, tapi soal semangat kebangsaan,” tambahnya.

Kata Daniel bahkan setiap hari dirinya latihan fisik, jaga pola makan serta belajar Peraturan Baris Berbaris (PBB) secara otodidak melalui Youtube.

Hal ini dilakukannya agar ketika seleksi nanti, dirinya lebih siap dan juga dapat memberikan yang terbaik.

"Jadi pas masuk lapangan tadi, saya lebih siap,” katanya.

Baca juga: Fakta-Fakta Penemuan Jenazah Salsabilah Jatuh dari Jembatan Potanga Ditemukan Perairan Gorontalo

Hal serupa juga disampaikan oleh Neneng Mooduto, siswi dari sekolah yang sama. 

Ia mengaku sempat gugup saat pemeriksaan tinggi badan dan kesehatan, namun tetap percaya diri.

“Deg-degan waktu diperiksa tinggi badan. Tapi saya percaya diri karena sudah usaha maksimal,” kata Neneng. 

“Saya ingin buktikan bahwa perempuan juga bisa disiplin dan tangguh,” tambahnya.

65 siswa dan siswi ini dinilai berdasarkan pemantauan dari unsur TNI, Polri dan mantan anggota Paskibraka.

Tim penilai ini memantau langsung seluruh proses seleksi dan memberikan penilaian objektif berdasarkan standar nasional.

Baca juga: BREAKING NEWS: Sekda Kota Gorontalo Ismail Madjid Dipanggil Kejati

Taufik Van Gobel, pembina Paskibraka Kabupaten Gorontalo mengatakan parade merupakan hal yang penting dalam seleksi Paskibraka.

Sebab dari parade dapat melihat postur tubuh, sikap dan penampilan dari para peserta.

Pemeriksaan fisik dan kesehatan pun tak kalah penting.

Peserta harus dipastikan secara pasti bahwa mereka siap untuk lanjutke tahap berikutnya.

Kata Taufik, dari 65 peserta calon Paskibraka, hanya ada 16 pasang putra dan putri yang akan dipilih bertugas di HUT RI nanti.

“Kami ingin menjaring anak-anak terbaik, bukan hanya dari segi postur, tapi juga sikap, semangat, dan kemampuan,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com, Selasa (15/4/2025).

Baca juga: Ditjen Hubud Dukung Usulan Bandara Djalaluddin Jadi Embarkasi Jemaah Haji

"Kami cari yang siap secara fisik dan mental,” tambahnya

Selain seleksi ini, peserta yang lolos akan menjalani tahapan lanjutan berupa tes samapta dan latihan PBB.

Kedua tahapan ini menjadi bagian penting dalam penilaian akhir.

“Samapta akan menguji kebugaran dan daya tahan peserta. Lalu PBB akan menunjukkan sejauh mana kedisiplinan mereka,” jelas Taufik.

Taufik menambahkan bahwa seleksi tahun ini juga akan memilih peserta yang berpeluang maju ke tingkat provinsi dan nasional. 

Sehingga dia berharap, siapa pun yang terpilih nanti, bisa menjadi duta kedisiplinan dan semangat nasionalisme di sekolah maupun di masyarakat. 

“Jadi Paskibraka bukan sekadar tugas upacara. Ini tentang karakter,” tegasnya.

Baca juga: Sosok Ismail Madjid, Sekda Kota Gorontalo Diduga Salahgunakan Dana Perjalanan Dinas

Hasil seleksi tahap awal akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.

Peserta yang dinyatakan lolos akan langsung dipanggil mengikuti tahap samapta dan PBB.

“Seleksi ini ketat, tapi adil. Yang terbaik pasti terpilih,” pungkas Taufik.

Dalam seleksi ini juga terdapat beberapa orangtua yang menyempatkan hadir melihat proses seleksi.

Bahkan mereka pun tak jarang memberikan dukungan moril kepada anak-anaknya.

“Saya datang langsung lihat anak saya seleksi. Semoga dia lolos, karena ini kebanggaan bagi keluarga,” kata Ridwan, salah satu orang tua salah satu peserta. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved