Kades Pukuli Warga
Polisi Gorontalo Selidiki Kasus Dugaan Kades Buhu Aniaya Warga di Kantor Desa
Kasus dugaan Kepala Desa (Kades) Buhu menganiaya warga kini dalam penyelidikan polisi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Polisi-selidiki-kades-buhu-aniaya-warga.jpg)
Selain itu, Danial mengatakan kades juga mengancam akan mencoret nama Danial dari penerima bantuan sosial.
"Kalau kalian ada keperluan di desa, silakan urus di desa lain, dan kalian akan saya keluarkan di bantuan. Dan kalian, kalau saya bunuh di sini boleh, silahkan lapor," ungkap Danial.
Baca juga: Keluarga Curiga Salsabilah Dibunuh Pacarnya, Warga Gorontalo Sempat Dengar Teriakan Minta Tolong
Tanggapan Kades Buhu
Terpisah, Mohamad Daud Adam menjelaskan bahwa kejadian berawal dari laporan ayah Djakaria soal pencemaran nama baik.
"Dia melapor kepada saya ada pencemaran nama baik, lalu meminta dimediasi," ungkapnya saat ditemui TribunGorontalo.com, Jumat.
Daud lantas mengundang kedua pihak yang bertikai untuk mediasi di kantor Desa Buhu pada Kamis (3/4/2025) malam.
Hanya saja, saat itu mediasi menemui jalan buntu. Kedua pihak tidak mau berdamai.
"Saya buat surat bahwa tidak terjadi kesepakatan dan akan diteruskan ke kepolisian," bebernya.
Setelah itu, Daud berjanji akan memberikan bantuan sapi kepada Danial Hasan.
"Lalu kamu pe anak insyaAllah saya kasih rumah," jelas Daud menirukan perkataannya kepada Danial.
Tiba-tiba dari luar ruangan, Daud mendengar teriakan "Janji palsu".
Ia sontak tersentak dan langsung mencari tahu sumber suara.
Daud tampar Djakaria
Daud baru mengetahui orang yang berteriak itu adalah Djakaria. Melihat anak dari Danial duduk di atas meja dan kaki di atas kursi, ia pun menegurnya.
"Ini tidak sopan, turunkan kakimu," ucap Daud kepada Djakaria.
Saat ditanyai apakah Djakaria dihajar seketika, Daud membantahnya.
"Tidak, saya tidak langsung pukul. Saya juga ada rekaman cctv," akunya.