Berita Viral
Curhatan Seorang Ayah Panik Bawah Anak Tertusuk Paku, Malah Ditolak oleh Pihak Puskesmas Bekasi
Tampak dalam video viral tersebut, seorang pria membawa anaknya berobat setelah tertusuk paku. Namun petugas Puskesmas menolak melayani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Curhatan-Seorang-Ayah-djfhgvdfgvhdfvsd.jpg)
Bahkan meninggal dunia, diduga karena telat menerima penanganan.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Besok 13 April 2025: Cinta, Kesehatan, Karir dan Keuangan
Insiden memilukan ini terjadi saat pasien RU (9) asal Desa Dulang, Kecamatan Torjun, Sampang, mengalami sakit.
Ia lalu diantarakan keluarganya masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas setempat, Rabu (26/3/2025).
Parahnya, di ruangan penanganan darurat tersebut, tidak ada satu pun petugas yang berjaga.
Sedangkan pasien kondisinya terus melemas, sehingga hanya ditidurkan di kasur pasien.
Pihak keluarga yang panik, mencoba mencari bantuan.
Mereka masuk ke dalam Puskesmas Torjun, menyisiri ruangan lainnya, namun tidak menjumpai petugas medis.
"Saya berteriak dan berlari ke setiap ruangan untuk memanggil tenaga medis, tapi tidak ada satupun petugas yang datang," kata paman pasien, Gani.
Kemudian sekitar 30 menit, kata dia, salah satu petugas datang ke ruang IGD.
Petugas tersebut lalu menghubungi rekan-rekannya.
"Tapi sayangnya ponakan saya sudah meninggal kata salah satu petugas tersebut," terangnya.
Saat dikonfirmasi, Kepala Dinas Kesehayan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang, dr Abdulloh Najich, telah mengetahui permasalahan tersebut.
Bahkan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kepala Puskesmas setempat, dan hasilnya, pada saat kejadian, petugas kesehatan tengah mengganti infus milik pasien di ruangan belakang.
"Untuk langkah Dinas Kesehatan melakukan pembinaan terhadap Puskesmas," pungkasnya.
Artikel ini telah tayang di TribunJatim.com