Berita Viral
Curhatan Seorang Ayah Panik Bawah Anak Tertusuk Paku, Malah Ditolak oleh Pihak Puskesmas Bekasi
Tampak dalam video viral tersebut, seorang pria membawa anaknya berobat setelah tertusuk paku. Namun petugas Puskesmas menolak melayani.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Curhatan-Seorang-Ayah-djfhgvdfgvhdfvsd.jpg)
Novrizal mengatakan, Puskesmas Cikarang Utara adalah salah satu dari dua Puskesmas di Kabupaten Bekasi yang membuka layanan sore hari, yakni dari pukul 15.00 hingga 21.00 WIB.
Namun, Puskesmas tersebut berstatus non rawat inap dan hanya menyediakan layanan persalinan 24 jam.
Serta tidak memiliki fasilitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam.
"Jumlah pasien sore saat itu mencapai 92 orang, dan sehari sebelumnya bahkan mencapai 158 orang, karena lonjakan pasca libur panjang," ujarnya, dikutip dari Tribun Jabar.
Ia menerangkan, kasus anak tertusuk paku adalah kejadian yang membutuhkan serum Anti Tetanus (ATS).
Sedangkan serum ini tidak tersedia di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) seperti puskesmas.
Oleh karena itu, petugas menyarankan agar pasien langsung menuju IGD rumah sakit tanpa perlu surat rujukan.
Namun, terjadi diskomunikasi karena pasien tetap bersikeras untuk dilayani di Puskesmas.
"Petugas telah memberikan edukasi kepada pasien sesuai kondisi dan prosedur yang berlaku. Namun pasien tetap memaksa hingga mulai merekam kejadian," tambahnya.
Pihak Puskesmas Cikarang Utara menyayangkan adanya kesalahpahaman yang terjadi antara petugas dan pihak pasien.
Mereka menekankan pentingnya komunikasi yang efektif dalam situasi darurat.
Pihaknya bersama Dinkes Kabupaten Bekasi pun berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan edukasi kepada masyarakat.
Khususnya dalam penanganan kasus kegawatdaruratan yang memerlukan rujukan langsung ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan.
Sementara itu, pelayanan Puskesmas Torjun yang berlokasi di Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, perlu ditingkatkan.
Mengapa tidak, salah satu warga yang ingin berobat di Puskesmas setempat nasibnya memprihatinkan.