Gempa Bumi

Gempa Bumi Guncang Selatan Bantul Jogjakarta, Dangkal dan Terasa di Permukaan

Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,0 terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (10/4/2025) pukul 1

Editor: Wawan Akuba
BMKG
Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,0 terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (10/4/2025) pukul 17.43 WIB. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Bantul – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 3,0 terjadi di wilayah selatan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Kamis (10/4/2025) pukul 17.43 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini berlokasi pada koordinat 8,05 Lintang Selatan dan 110,41 Bujur Timur, dengan kedalaman 10 kilometer.

Episentrum gempa terletak di laut, sekitar 60 kilometer arah selatan dari pusat Kota Bantul, tepatnya di wilayah perairan Samas, Kecamatan Sanden.

BMKG melaporkan bahwa getaran gempa dirasakan di wilayah Bantul dalam skala III MMI (Modified Mercalli Intensity).

Artinya getaran dirasakan nyata di dalam rumah, seolah-olah ada truk yang melintas.

Hubungan Kedalaman dan Dampak Guncangan

Kepala Stasiun Geofisika Yogyakarta, Retno Pratiwi, menjelaskan bahwa gempa dangkal seperti ini biasanya terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia yang menyusup ke bawah lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa.

Dengan kedalaman hanya 10 km, gempa meskipun kecil dalam skala magnitudo tetap bisa terasa di permukaan, terutama bila dekat dengan permukiman atau wilayah pesisir.

Namun, karena kekuatannya hanya M 3,0, dampaknya cenderung lemah dan tidak berpotensi merusak.

BMKG menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami dan sejauh ini belum ada laporan kerusakan maupun korban dari wilayah terdampak.

Aktivitas Seismik Wilayah Selatan Yogyakarta

Wilayah selatan DIY memang tergolong aktif secara seismik. Jalur subduksi di Samudera Hindia merupakan salah satu sumber utama gempa bumi di Indonesia.

Selain gempa besar, wilayah ini juga sering mengalami gempa kecil yang berfungsi sebagai pelepasan energi minor.

Gempa-gempa kecil seperti ini adalah bagian dari dinamika lempeng. Kadang justru menjadi indikasi bahwa tekanan tidak menumpuk dalam satu waktu.

BMKG mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Jika terjadi gempa susulan, warga di pesisir diminta untuk menjauh sejenak dari pantai sambil menunggu informasi resmi lebih lanjut.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved