Berita Kriminal Gorontalo
Kejadian di Pohuwato Gorontalo, Kronologi Istri Ditebas Suami yang Sedang Mabuk Miras
Seorang perempuan berinisial MT, warga Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, mengalami luka serius.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/ILUSTRASI-Seorang-istri-luka-parah-gara-gara-ditebas-suaminya.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Seorang perempuan berinisial MT, warga Desa Molosipat, Kecamatan Popayato Barat, mengalami luka serius.
Ia diserang suaminya sendiri pada malam takbiran, Minggu (30/3/2025), sekitar pukul 17.30 Wita.
Peristiwa bermula saat MT sedang memasak di dapur.
Ia melihat sang suami, SL, memberikan uang Rp50 ribu kepada anggota keluarganya.
Tindakan itu memicu pertengkaran, apalagi SL diduga dalam kondisi mabuk.
MT sempat menegur, namun justru dimaki dengan kata-kata kasar.
Merasa terancam, ia mengambil sapu untuk berjaga-jaga.
Bukannya mereda, SL malah naik pitam, mengambil parang dari atas lemari, dan langsung menyerang.
Dalam upaya membela diri, MT menangkis serangan itu dengan sapu.
Namun, ia tetap terkena tiga tebasan.
Jari tengahnya putus, sementara jari telunjuk dan manis tangan kiri nyaris terputus.
MT jatuh bersimbah darah. Warga yang mendengar keributan segera datang menyelamatkan dan membawanya ke Puskesmas Popayato Barat.
Pelaku langsung diamankan oleh personel Polsek Popayato Barat demi mencegah aksi massa.
Barang bukti seperti parang, sapu yang patah, dan pakaian korban diamankan.
Sementara MT masih menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang dideritanya.
"Kasus ini menjadi perhatian serius kami," ungkap Kapolres Pohuwato, AKBP H Busroni dalam konferensi pers, Selasa kemarin 8 April 2025.
Suami Tikam Istri
Ulfan Banggoi, warga Desa Ayula, Kecamatan Randangan, Kabupaten Pohuwato, membunuh istrinya sendiri.
Cindra Dehula, ditusuk oleh Ulfan berkali-kali hingga membuat perempuan itu meninggal dunia.
Menurut Camat Randangan, Saharudin Saleh, dugaan sementara motif pembunuhan ini adalah kecemburuan Ulfan.
"Dari keterangan keluarga korban, pelaku diduga bertindak karena rasa cemburu," ujar Saharudin saat dikonfirmasi TribunGorontalo.com, Minggu (9/2/2025).
Insiden ini terjadi sekira pukul 04.00 Wita. Warga mendengar teriakan histeris dari rumah korban.
Saat ditemukan, korban sudah dalam kondisi tidak bernyawa dengan delapan luka tusukan di tubuhnya.
Korban sempat dibawa ke Puskesmas Randangan namun pihak medis menyatakan korban telah meninggal dunia di tempat kejadian.
Korban memiliki dua anak, masing-masing berusia 12 tahun dan 5 tahun.
Kedua anak itu menyaksikan langsung ayah mereka menusuk ibunya berkali-kali dengan pisau.
Sementara itu, anak bungsu korban yang berusia 2 tahun juga berada di rumah.
Sementara itu, Ulfan langsung menyerahkan diri ke Polres Pohuwato setelah menusuk istrinya.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.