UMKM Gorontalo
Produk Bantal Guling UMKM Gorontalo Ini Bersaing dengan Produk Import, Pelanggannya Se-Sulawesi
Usaha ini dirintis orang tuanya sejak 1959. Saat itu Halim masih kecil namun mulai mempelajari tekniknya dari sang ayah.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/HIS-PENGUSAHA-BANTAL-Halim-Umar-Pengusaha-Bantal-di-Kelurahan-Huangobotu.jpg)
Sementara untuk kasur, ia menjual dua jenis berdasarkan ukuran, masing-masing harganya Rp 500 ribu san Rp 400 ribu.
Kendati saat ini banyak pengusaha bantal di Kelurahan Huangobotu, namun bagi Halim, masing-masing sudah ada pembagian wilayahnya sendiri-sendiri.
Selain itu, jumlah pengusaha saat ini tak sebanyak saat awal usaha tersebut dilanjutkan dari ayahnya.
Kendala Halim saat ini adalah cuaca yang tidak menentu.
Curah hujan yang tinggi bagi Halim dan pengusaha bantal lainnya, adalah kendala utama saat proses pengeringan kapuk.
"Kita jemur manual saja, kalau dia pakai mesin bisa lebih cepat, tapi memang harga mesinnya mahal sekitar Rp 500 juta," pungkasnya.
Pengeringan bahan bakunya dilakukan di belakang rumah.
Sementara proses pengisian bantal dan menjahitnya dilakukan di teras rusa, menggunakan mesin pencacah dan mesin jahit. (*/Jian)