Berita Viral
Profil Abu Janda, Pegiat Media Sosial Kini Viral Jadi Komisaris Jasamarga Toll Road Operation
Permadi Arya atau dikenal sebagai Abu Janda mendadak jadi perbincangan di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/berita-abu-janda-terkini-polri-bertindak-setelah-abu-janda-dilapokan-knpi-dugaan-ujaran-kebencian.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Permadi Arya atau dikenal sebagai Abu Janda mendadak jadi perbincangan di media sosial.
Ia dikabarkan telah ditunjuk menjadi Komisaris PT Jasamarga Toll Road Operation.
Melansir dari Kompas.com, Senin (7/4/2025), Permadi Arya membenarkan hal tersebut.
"Insya Allah. Doakan semoga amanah," ujar Abu Janda kepada Kompas.com, Senin (7/4/2025).
Hanya saja, ia belum bisa memastikan kapan dirinya resmi terangkat menjadi komisaris.
"Nanti ada pengumuman resminya," imbuhnya. Berdasarkan poster yang beredar di media sosial, tampak foto Abu Janda dipajang dengan tulisan 'Selamat & Sukses Sebagai Komisaris PT. Jasamarga Toll Road Operation'. Raut wajah Abu Janda tampak tersenyum di foto poster tersebut.
Profil Abu Janda atau Permadi Arya
Permadi Arya atau Abu Janda memiliki nama asli Heddy Setya Permadi.
Ia lahir di Cianjur, Jawa Barat, pada 14 Desember 1973.
Abu Janda merupakan anak dari pasangan HM Sudjatna dan Lina Herlin.
Permadi menempuh pendidikan Diploma Ilmu Komputer Informatic It School Singapura (April 1997) dan menjadi Sarjana Business & Finance University of Wolverhampton Inggris (1999).
Karier
Abu Janda menjadi pendengung sejak tahun 2015, tetapi baru full menjadi pendengung pada tahun 2017.
Pada 2018, ia bergabung menjadi pendengung dan influencer tim sukses Joko Widodo di Pilpres 2019.
Sebelum menjadi pendengung garis keras Jokowi,, Abu Janda bekerja sebagai karyawan di berbagai perusahaan.
Mulai dari perusahaan sekuritas, bank swasta hingga tambang batu bara (1999-2015).
Pegiat Sejarah dan Seorang Reenactor
Baca juga: Pemerintah Beri Rumah Subsidi bagi Nakes, Guru, Petani, hingga Wartawan: Cek Syarat dan Ketentuan
Namun jauh sebelum dikenal sebagai pegiat media sosial, Permadi juga seorang reenactor, seorang penghobi reka ulang sejarah atau Historical Re-enactment dengan memerankan figur tertentu.
Permadi kerap memeragakan aksi prajurit dari negara lain dan pelbagai zaman, dari prajurit Romawi Kuno, kerajaan Inggris abad pertengahan, tentara pendudukan Jepang, hingga tentara Nazi Jerman.
Paling kontroversial, pernah beredat foto Permadi Arya tengah melakukan salam hormat Nazi (Hitlergruss) di samping patung lilin pemimpin Nazi, Adolf Hitler, yang dilarang di negara-negara Eropa.
Tak hanya itu, dia juga seorang kolektor benda antik militer.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dan BanjarmasinPost.co.id
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.