Berita Viral
Konten Kreator Viral, Paksa Masuk ICU Buat Rekam Pasien di Medan, Murka Karena Tak Beri Izin
Konten kreator beserta timnya mencoba masuk ke Ruangan ICU untuk merekam pasien kecelakaan secara langsung.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/fytgukdtyjdyr.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Konten kreator kembali menjadi sorotan publik karena aksinya di Rumah Sakit.
Dia mencoba masuk ke Ruangan ICU untuk merekam pasien kecelakaan secara langsung.
Hal itupun dilakukannya dini hari, otomatis petugas keamanan tidak memperbolehkan dirinya buat masuk bersama tim.
Dilansir dari TribunMedan.com, Direktur utama RSUD dr Pirngadi Medan, Suhartono pun buka suara terkait insiden yang terjadi di Rumah Sakitnya itu.
Baca juga: Harga HP Mulai dari Rp1 Jutaan, Cek Spesifikasi Samsung Galaxy A06 5G, Punya Daya Baterai 5000 mAH
Suhartono memastikan, kejadian tersebut berlangsung pada malam Jumat malam sekitar pukul 23.30 WIB.
Tim konten kreator datang ke RSUD dr Pirngadi dengan tujuan untuk menemui pasien tanpa identitas yang terlibat dalam kecelakaan pada 1 April 2025 lalu.
"Mereka mengaku ada keluarga yang ingin bertemu dengan pasien tersebut. Setelah memperoleh informasi dari petugas registrasi bahwa pasien dirawat di ruang ICU, mereka mencoba masuk ke ruangan untuk merekam secara langsung," kata Suhartono, Minggu (6/4/2025)
Ia mengatakan pihaknya sudah mengingatkan aturan jenguk dan waktu tengah malam, tapi tim kreator tetap bersikeras mencoba masuk.
Mereka ditolak oleh petugas ICU karena kehadiran mereka jam setengah 12 malam tersebut dapat mengganggu ketenangan pasien lain yang sedang dirawat di ruang intensif.
Baca juga: Penumpang Kapal Ferry Gorontalo Membeludak pada Arus Balik Lebaran: Ada 525 Orang dari Pagimana
Meskipun sudah diingatkan untuk datang keesokan harinya, tim kreator tetap memaksa untuk melakukan perekaman, bahkan dengan kamera yang sudah dalam posisi live.
Keadaan ini memicu ketegangan, hingga petugas mengancam untuk memanggil polisi.
Setelah gagal masuk ke ruang ICU, tim kreator beralih ke halaman IGD, di mana keributan kembali terjadi.
Akibatnya, beberapa keluarga pasien lain yang sedang berobat merasa terganggu dan melampiaskan kemarahan mereka terhadap tim kreator tersebut hingga memicu insiden viral.
RSUD dr Pirngadi Medan menegaskan pentingnya menjaga ketertiban dan kenyamanan di lingkungan rumah sakit.
"Kami mengingatkan para konten kreator untuk menghormati jam kunjungan dan memahami bahwa ada hal-hal tertentu yang tidak dapat dipublikasikan demi menjaga kerahasiaan pasien," ujar Suhartono.
Baca juga: Ramalan Zodiak Capricorn, Aquarius dan Pisces Hari Ini Senin 7 April 2025: Berbahagialah
Pihak rumah sakit juga mengingatkan bahwa ada peraturan yang melarang perekaman di dalam rumah sakit tanpa izin yang sesuai.
Lebih lanjut, Suhartono menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak Humas rumah sakit sebelum melakukan kunjungan agar dapat diberikan pendampingan yang sesuai dan tidak melanggar peraturan yang ada.
"Kami berharap suasana di rumah sakit ini dapat tetap tenang dan nyaman untuk pasien serta keluarga yang sedang berobat," tambahnya.
Terkait pasien yang menjadi sorotan, Suhartono mengonfirmasi bahwa pasien tersebut masih dirawat di ruang ICU dalam kondisi yang cukup stabil.
"Pasien tersebut masih ada di ruang intensif dan kondisinya baik. Kami akan terus berupaya untuk mengidentifikasi keluarga pasien melalui Dinas Dukcapil, dan jika ada yang merasa itu adalah keluarganya, kami siap melayani mereka dengan baik," ungkapnya.
Pihak RSUD dr Pirngadi juga membantah informasi yang beredar bahwa pasien telah dipindahkan atau tidak dirawat lagi di ICU.
Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Hari Ini Senin 7 April 2025: Jagalah Kesehatanmu
"Itu tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang latar belakang pasien, dan semua biaya perawatan ditanggung oleh Pemko Medan jika tidak ada keluarga yang datang," tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Suhartono mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban di rumah sakit.
"Kami akan terus bekerja untuk melayani masyarakat Kota Medan dengan sepenuh hati, sesuai dengan instruksi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan," pungkasnya.
Sosok yang berseteru dengan konten kreator tersebut, yaitu Helmy, warga Medan Perjuangan.
Saat dihubungi terkait video viral, dia langsung mengirim kronologi peristiwa yang terjadi.
Kronologi dikirimnya via WhatsApp, yang berisi sebagai berikut:
Baca juga: Rekonstruksi Juwita Jurnalis Banjarbaru Dibunuh Tak Ada Adegan Rudapaksa hingga Waktu Kejadian
- Sekitar pukul 23.00 WIB saya sampai di Rumkit pirngadi dikarenakan kerabat saya/kakak baru selesai dioperasi karna kecelakaan kerja.
- Pukul 23.35 WIB, saya berniat pulang.
- Pukul 23.40 WIB, ketika melewati IGD untuk mengambil kendaraan, saya lihat sekelompok orang sambil merekam seperti membuat konten melontarkan kata-kata kasar terhadap perawat/petugas rumkit.
- Pukul 23.41 WIB, tensi mulai tinggi, si konten kreator mulai menjerit di IGD RS yang tentu sangat mengganggu kenyaman pasien yg sedang rawat inap.
- Pukul 23.42 WIB, kerabat/abg saya menegur si konten kreator utk menjaga ketenangan dan kenyamanan di RS dikarenakan pasien lain terkhusus keluarga kami yg baru selesai di operasi merasa terganggu.
- Pukul 23.45 WIB, bukannya minta maaf karna membuat keributan di tempat yg notabene fasilitas umum, si konten kreator beserta istrinya malah nyolot kpd kerabat/abg saya lantas disitu saya reflek mendorong dia dibagian kerah bajunya sambil berkata utk lebih menjaga sopan santun kepada yg lebih tua. Ditambah saya juga tidak terima dia dan istrinya (konten kreator) memaki Nakes.
- Pukul 00.06 WIB, Mereka memanggil rekan2nya (terlihat seperti preman) mencoba memprovokasi saya dengan kata2 kasar dan istrinya mendoakan Ibu saya ODGJ (yang barang tentu itu kata2 yg tdk akan saya lupakan).
- Pukul 00.10 WIB, pihak kepolisian datang untuk mengamankan situasi.
Baca juga: Daftar Harga HP iPhone Terbaru April 2025, iPhone 16 Rp12 Jutaan, iPhone 12 Rp7,4 jutaan
“Saya secara pribadi bersama keluarga sangat menyayangkan kejadian seperti ini terjadi, termasuk yang dilakukan oleh konten kreator bersama istri yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada para pengikutnya di sosial media," ungkap Helmy, Minggu (6/4/2025).
''Karena melakukan keributan dan membuat konten di jam yang tidak sewajarnya di rumah sakit, sangat mengganggu seluruh pasien yang membutuhkan perawatan termasuk keluarga kami yang baru selesai melakukan operasi.''
''Saya rasa, siapapun kerabat atau saudaranya yang menjalani perawatan di RS pastinya akan sangat terganggu."
Henry Pakpahan selaku tim hukum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) 234 SC Sumut mengatakan, “Saya selaku tim hukum yang dibentuk oleh Ketua DPW Octo Simangunsong, SH, ingin meluruskan pemberitaan miring melalui media sosial, konten kreator yang berinisial A menyatakan bahwa merasa terzholimi, nyata dan faktanya sangat terbalik.”
Baca juga: Ramalan Zodiak Aquarius dan Pisces Besok Senin 7 April 2025: Cinta hingga Keuangan
"Beliau datang memiliki tujuan dan kepentingan ke Rumah Sakit yang sudah bukan jam jenguk, membuat keributan hingga mengganggu pasien lainnya. Pengakuan dari klien saya M Helmy yang menjenguk keluarga yang baru selesai operasi dan mendengar suara konten kreator berteriak, sehingga mengganggu pasien yang berada di Rumah Sakit termasuk keluarganya. Saya akan mengambil sikap tegas, dan kepada konten kreator yang berinisial A yang sudah membuat laporan ke Polrestabes Medan," katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.