Selasa, 24 Maret 2026

Berita Viral

Konten Kreator Viral, Paksa Masuk ICU Buat Rekam Pasien di Medan, Murka Karena Tak Beri Izin

Konten kreator beserta timnya mencoba masuk ke Ruangan ICU untuk merekam pasien kecelakaan secara langsung.

Tayang:
Editor: Prailla Libriana Karauwan
zoom-inlihat foto Konten Kreator Viral, Paksa Masuk ICU Buat Rekam Pasien di Medan, Murka Karena Tak Beri Izin
istimewa
KERIBUTAN DI RS: Momen perseteruan antara konten kreator Rahmat Hidayat alias Aleh dengan keluarga pasien bernama Helmy di RS Pirngadi Medan, Jumat (4/4/2025) malam. Helmy menyebut ia tersulut emosi karena konten kreator mengganggu kenyamanan pasien yang dirawat. 

Pihak rumah sakit juga mengingatkan bahwa ada peraturan yang melarang perekaman di dalam rumah sakit tanpa izin yang sesuai.

Lebih lanjut, Suhartono menekankan pentingnya koordinasi dengan pihak Humas rumah sakit sebelum melakukan kunjungan agar dapat diberikan pendampingan yang sesuai dan tidak melanggar peraturan yang ada. 

"Kami berharap suasana di rumah sakit ini dapat tetap tenang dan nyaman untuk pasien serta keluarga yang sedang berobat," tambahnya.

Terkait pasien yang menjadi sorotan, Suhartono mengonfirmasi bahwa pasien tersebut masih dirawat di ruang ICU dalam kondisi yang cukup stabil. 

"Pasien tersebut masih ada di ruang intensif dan kondisinya baik. Kami akan terus berupaya untuk mengidentifikasi keluarga pasien melalui Dinas Dukcapil, dan jika ada yang merasa itu adalah keluarganya, kami siap melayani mereka dengan baik," ungkapnya.

Pihak RSUD dr Pirngadi juga membantah informasi yang beredar bahwa pasien telah dipindahkan atau tidak dirawat lagi di ICU. 

Baca juga: Ramalan Zodiak Libra, Scorpio, Sagitarius Hari Ini Senin 7 April 2025: Jagalah Kesehatanmu

"Itu tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan terbaik tanpa memandang latar belakang pasien, dan semua biaya perawatan ditanggung oleh Pemko Medan jika tidak ada keluarga yang datang," tegasnya.

Di akhir pernyataannya, Suhartono mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban di rumah sakit. 

"Kami akan terus bekerja untuk melayani masyarakat Kota Medan dengan sepenuh hati, sesuai dengan instruksi dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan," pungkasnya.

Sosok yang berseteru dengan konten kreator tersebut, yaitu Helmy, warga Medan Perjuangan.

Saat dihubungi terkait video viral, dia langsung mengirim kronologi peristiwa yang terjadi.

Kronologi dikirimnya via WhatsApp, yang berisi sebagai berikut:

Baca juga: Rekonstruksi Juwita Jurnalis Banjarbaru Dibunuh Tak Ada Adegan Rudapaksa hingga Waktu Kejadian

  • Sekitar pukul 23.00 WIB saya sampai di Rumkit pirngadi dikarenakan kerabat saya/kakak baru selesai dioperasi karna kecelakaan kerja. 
  • Pukul 23.35 WIB, saya berniat pulang.
  • Pukul 23.40 WIB, ketika melewati IGD untuk mengambil kendaraan, saya lihat sekelompok orang sambil merekam seperti membuat konten melontarkan kata-kata kasar terhadap perawat/petugas rumkit.
  • Pukul 23.41 WIB, tensi mulai tinggi, si konten kreator mulai menjerit di IGD RS yang tentu sangat mengganggu kenyaman pasien yg sedang rawat inap.
  • Pukul 23.42 WIB, kerabat/abg saya menegur si konten kreator utk menjaga ketenangan dan kenyamanan di RS dikarenakan pasien lain terkhusus keluarga kami yg baru selesai di operasi merasa terganggu.
  • Pukul 23.45 WIB, bukannya minta maaf karna membuat keributan di tempat yg notabene fasilitas umum, si konten kreator beserta istrinya malah nyolot kpd kerabat/abg saya lantas disitu saya reflek mendorong dia dibagian kerah bajunya sambil berkata utk lebih menjaga sopan santun kepada yg lebih tua. Ditambah saya juga tidak terima dia dan istrinya (konten kreator) memaki Nakes.
  • Pukul 00.06 WIB, Mereka memanggil rekan2nya (terlihat seperti preman) mencoba memprovokasi saya dengan kata2 kasar dan istrinya mendoakan Ibu saya ODGJ (yang barang tentu itu kata2 yg tdk akan saya lupakan).
  • Pukul 00.10 WIB, pihak kepolisian datang untuk mengamankan situasi.

Baca juga: Daftar Harga HP iPhone Terbaru April 2025, iPhone 16 Rp12 Jutaan, iPhone 12 Rp7,4 jutaan

“Saya secara pribadi bersama keluarga sangat menyayangkan kejadian seperti ini terjadi, termasuk yang dilakukan oleh konten kreator bersama istri yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada para pengikutnya di sosial media," ungkap Helmy, Minggu (6/4/2025).

''Karena melakukan keributan dan membuat konten di jam yang tidak sewajarnya di rumah sakit, sangat mengganggu seluruh pasien yang membutuhkan perawatan termasuk keluarga kami yang baru selesai melakukan operasi.''

''Saya rasa, siapapun kerabat atau saudaranya yang menjalani perawatan di RS pastinya akan sangat terganggu." 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved