Jumat, 13 Maret 2026

Wartawan Palu Tewas

Kasus Wartawan Palu Tewas - Polisi Temukan Obat-obatan di Kamar Hotel Tempat Situr Wijaya Nginap

Polda Metro Jaya menemukan sejumlah barang bukti di kamar hotel tempat Situr Wijaya menginap, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Kasus Wartawan Palu Tewas - Polisi Temukan Obat-obatan di Kamar Hotel Tempat Situr Wijaya Nginap
ANTARA
JURNALIS DITEMUKAN TEWAS - Foto Situr Wijaya jurnalis Insulteng.id semasa hidup. Situr ditemukan tewas di sebuah hotel di Jakarta Barat pada Jumat (3/4/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM – Polda Metro Jaya menemukan sejumlah barang bukti di kamar hotel tempat Situr Wijaya menginap, di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Mengutip pemberitaan KompasTV, Senin (7/4/2025), terdapat sejumlah obat di lokasi tewasnya wartawan media online asal Palu Sulawesi Tengah tersebut.

Penemuan ini diungkapkan langsung oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi

"Beberapa obat ditemukan di kamar korban," beber Ade, Minggu (6/4/2025).

Menurut Ade, obat-obatan yang ditemukan polisi antara lain Promag (obat maag), Mycoral Ketoconazole (obat jamur), Rifampicin (antibiotik untuk mencegah dan mengobati penyakit akibat infeksi bakteri seperti tuberkulosis). Ada pula Viva White Clean & Mask (pembersih muka).

Ade Ary mengatakan, dari hasil autopsi awal yang dilakukan oleh tim medis, tidak ditemukan indikasi kekerasan fisik pada tubuh korban, baik luka jeratan maupun luka sayatan.

"Adanya memar pada bagian tubuh akibat lebam mayat," katanya, dikutip dari Antara.

Kendati demikian, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti kematian Situr Wijaya.

Proses penyelidikan masih menunggu hasil analisis toksikologi serta pemeriksaan histopatologi untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya zat berbahaya maupun kelainan jaringan pada organ tubuh korban.

Sementara Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan Sipayung menyatakan SW ditemukan dalam kondisi sendirian di kamar hotel.

“Saat ditemukan memang ada lebam di bagian tubuh korban. Namun, itu belum cukup menjadi bukti bahwa korban tewas karena tindak kejahatan,” kata Arfan kepada wartawan, Sabtu (5/4/2025), seperti dikutip Kompas.com.

“Lebam ada di bagian badan, bukan di wajah. Belum ada bukti penganiayaan, sementara ya."

Setelah mendapatkan izin dari pihak keluarga, jenazah korban dibawa ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk keperluan autopsi.

“Keluarganya sudah mempersilakan untuk dilakukan autopsi. Untuk bekas penganiayaan atau bekas benda tumpul sejauh ini belum ditemukan,” ungkap Arfan.

Sebagai bagian dari proses penyelidikan, pihak berwajib telah memeriksa tiga saksi yang merupakan pegawai hotel tempat Situr Wijaya menginap.

Selain itu, rekaman CCTV juga telah dianalisis guna menelusuri aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan tidak bernyawa.

“Sudah tiga orang dari pihak hotel kami mintai keterangan. Sampai sekarang, masih menunggu hasil autopsi,” terang Arfan.

Di sisi lain, pihak keluarga mencurigai kematian SW. Kuasa hukum keluarga SW, Rogate Oktoberius Halawa, melaporkan dugaan adanya tindak pidana pembunuhan ke Polda Metro Jaya

Laporan itu tercatat dengan nomor LP/B/2261/IV/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.

“Kami sudah memasukkan laporan tentang dugaan tindak pidana pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHP,” ujar Rogate, Minggu (6/4/2025), dikutip dari Kompas.com.

Dia menjelaskan, dugaan tersebut muncul setelah keluarga menerima sejumlah foto kondisi jasad korban yang dinilai janggal.

“Pihak keluarga mencurigai bahwa korban meninggal dunia karena dibunuh. Karena dilihat dari foto, kondisi korban mengeluarkan darah dari hidung dan mulut, terdapat luka memar di wajah dan seluruh badan, serta ada sayatan di leher bagian belakang,” jelasnya.

Rogate menambahkan, autopsi sudah dilakukan dan keluarga kini menunggu hasil resminya.

Baca juga: Reka Adegan Pembunuhan Juwita Jurnalis Banjarbaru, Jumran Anggota TNI AL Cekik Korban hingga Tewas

3 Orang Sudah Diperiksa, Termasuk Pihak Hotel

Diberitakan KompasTV sebelumnya, Polda Metro Jaya  telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi, termasuk staf dari Hotel D'Paragon tempat Situr menginap dan ditemukan meninggal. Keterangan dari para saksi ini akan menjadi salah satu bagian penting dalam merangkai kronologi kejadian.

Sementara itu, diketahui bahwa Situr Wijaya merupakan warga asli Palu, Sulawesi Tengah, yang sudah cukup lama berprofesi sebagai wartawan media online. 

Belum diketahui pasti alasan korban menginap di hotel tersebut dan apakah ada dugaan motif kriminal di balik kematiannya.

Pihak keluarga, melalui kuasa hukumnya, berharap proses penyidikan berjalan transparan dan cepat. 

Mereka juga meminta dukungan publik agar kasus ini mendapat perhatian dan tidak diabaikan, mengingat profesi Situr Wijaya sebagai jurnalis yang rentan terhadap risiko pekerjaan.

Sebagai informasi, Situr Wijaya merupakan editor sekaligus pemimpin portal media siber Insulteng.id

Pria berusia 33 tahun itu sedang bepergian ke Jakarta. Namun belum diketahui apa tujuan Situr.

Jenazah Situr Wijaya pertama kali ditemukan oleh karyawan hotel.

"Jenazah ditemukan di kamarnya sendiri. Ini jenazah orang (asal) Palu,” jelas Arfan, Sabtu (5/4/2025), dikutip dari Kompas. 

Arfan mengungkapkan, saat ditemukan, kondisi tubuh Situr dalam keadaan lebam di sejumlah bagian tubuh.

Namun demikian, polisi belum menemukan indikasi kuat adanya kekerasan fisik terhadap korban.

“Lebam di bagian badan. Di badan, tidak ada di muka. Maksudnya (belum) ada bukti penganiayaan," kata Arfan. 

Jenazah korban saat ini telah dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk proses autopsi guna memastikan penyebab kematian.  


Artikel ini telah tayang di KompasTV dengan judul Wartawan Tewas di Hotel Jakarta Barat, Polisi Temukan Sejumlah Obat

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved