Berita Viral
Gagal Bawa Uang Panai Rp100 Juta, Rumah Pria di Jeneponto Diserang Keluarga Calon Istri
Sebuah video yang memperlihatkan aksi penyerangan dan pengrusakan rumah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENYERANGAN-Beredar-di-media-sosial-video.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah video yang memperlihatkan aksi penyerangan dan pengrusakan rumah di Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan, viral di media sosial.
Insiden ini diduga dipicu oleh batalnya seorang pria membawa uang panai sebesar Rp100 juta untuk melamar calon istrinya.
Kejadian tersebut pertama kali diunggah akun X (dulu Twitter) @infotetanggaid sebagaimaan dikutip pada Senin, 7 April 2025.
Dalam video berdurasi singkat itu, terlihat puluhan orang memenuhi halaman rumah pria yang batal menikah tersebut.
Mereka membawa kayu, batu, hingga senjata tajam sambil meneriakkan amarah ke arah rumah.
“Waduh gara-gara batal bawa uang panai 100 juta, rumah lelaki ini jadi sasaran amukan keluarga perempuan di Kab. Jeneponto, Sulawesi Selatan,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Suasana malam itu tampak mencekam. Massa berteriak-teriak dan bahkan sempat menyerukan ajakan untuk membakar rumah.
"Bakar!" teriak seorang perempuan dari pinggir jalan.
Jalanan di depan rumah penuh sesak oleh para pelaku, hingga arus lalu lintas sempat terhambat.
Meski begitu, rumah yang menjadi sasaran amuk massa tampak dalam kondisi terkunci rapat.
Tidak ada satu pun penghuni yang keluar untuk menghadapi kerumunan.
Beruntung, pagar yang tertutup rapat dan jarak rumah yang cukup jauh dari jalan utama membuat kerusakan tidak parah.
Belum diketahui pasti alasan batalnya penyerahan uang panai tersebut.
Namun, insiden ini menuai simpati luas dari warganet.
Banyak yang mendukung pria itu, menilai ia telah terhindar dari masalah yang lebih besar di masa depan.
“Bro terselamatkan dari bencana seumur hidup. Nanti tinggal laporkan saja secara pidana pengrusakan barang,” komentar akun @Waktulibur.
“Gamau anggep wanita sebagai objek, tapi masih banyak tradisi wanita yang dijadikan sebagai objek seolah harus ‘dibeli’ dengan uang. Hmmm menarik,” tulis akun @Tangituru.
Sebagai informasi, dalam budaya Bugis-Makassar, uang panai adalah uang yang diberikan pihak laki-laki kepada pihak perempuan saat proses lamaran.
Uang ini dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada calon istri dan keluarganya.
Nilai uang panai biasanya bergantung pada beberapa faktor, seperti pendidikan, keturunan, kecantikan, hingga status sosial perempuan.
Misalnya, untuk perempuan lulusan SMA, uang panai bisa berkisar Rp50 juta, sementara lulusan sarjana S1 bisa mencapai Rp75 juta hingga Rp100 juta.
Jika perempuan berasal dari keluarga bangsawan atau sudah menunaikan ibadah haji, nominalnya bisa jauh lebih tinggi, bahkan hingga miliaran rupiah.
Meskipun tradisi ini masih dipegang teguh oleh banyak kalangan, besarnya uang panai sebenarnya dapat dinegosiasikan antar keluarga kedua belah pihak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penanganan kasus penyerangan tersebut.(*)
| Viral! Dua Gadis Tunarungu Lolos Kerja di Matahari, Ternyata Saudari Kembar, Banjir Dukungan |
|
|---|
| Viral Curi Uang Pedagang Nasi Uduk, Pria di Bekasi Dibekuk Polisi |
|
|---|
| DPR Turun Tangan, PHK Karyawan Mie Sedaap Resmi Disetop |
|
|---|
| Bayi 6 Bulan Meninggal, Keluarga Salahkan Puskesmas: Tabung Oksigen Kosong, Ambulans tak Ada |
|
|---|
| Anak jadi Korban Kekerasan Pacar sang Ibu saat Check In di Hotel |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.