Sekuriti Tikam Polisi
Sekuriti Tikam Polisi hingga Tewas, Pelaku Kesal Korban Ngebut di Area Perumahan Rokan Hilir Riau
Bripka Lestari, anggota kepolisian Riau tewas usai ditikam sekuriti yang bertugas di area perumahan Rokan Hilir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Foto-Bripka-Lestari-kiri-dan-seorang-sekuriti.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Bripka Lestari, anggota kepolisian Riau tewas usai ditikam sekuriti.
Mengutip pemberitaan KompasTV, pelaku kesal karena korban tidak terima ditegur memacu kendaraan (ngebut) di kawasan perumahan Rokan Hilir.
Insiden ini terjadi pada Sabtu (29/3/2025) malam.
Kejadian berawal saat Bripka Lestari bersama dua rekannya yang menggunakan sepeda motor ditegur pelaku lantaran melaju dengan kencang di area perumahan.
Tak terima ditegur, korban dan pelaku terlibat adu mulut hingga pelaku menyerang ketiga korban dengan senjata tajam.
Dua korban tewas di lokasi kejadian, sedangkan satu korban lainnya mengalami luka berat dan dibawa ke rumah sakit.
Tak lama setelah kejadian, polisi melakukan penyelidikan dan menangkap pelaku.
Menurut Dirreskrimum Polda Riau, Kombes Asep Darmawan, pelaku menegur korban karena saat itu ada anak-anak sedang bermain.
"Ada terjadi keributan, akhirnya pelaku mengambil pisau yang ada di jok sepeda motornya. Kemudian mengejar para korban, menikam korban," jelas Asep dikutip TribunGorontalo.com dari YouTube KompasTV, Minggu (6/4/2025).
Selain sepeda motor, polisi juga mengamankan pisau badik yang digunakan pelaku untuk menghabisi korban.
Baca juga: Terungkap 2 Alasan Andi Indalan Mau Berdamai dengan Debt Collector Gorontalo Pelaku Pengeroyokan
Awal Kejadian
Diberitakan Tribunnews.com sebelumnya, peristiwa penikaman ini terjadi di pos jaga perumahan, Jalan Utama, Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, Sabtu (29/3/2025) sekira pukul 21.00 WIB.
Mulanya, tersangka Marselinus sedang berjaga di pos. Kemudian sejumlah sepeda motor melintas di areal perumahan.
Salah satu pengendaranya Bripka Lestari. Ia melaju kencang dengan motor knalpot racing.
Tersangka selaku sekuriti mengejar korban untuk menegur karena tidak boleh berkendara kencang di area perumahan.
"Kata dia (tersangka), di perumahan tidak boleh kencang karena banyak anak-anak. Kemudian, terjadi cekcok dan pemukulan, namun dilerai oleh warga," kata Asep.