Harga Ikan Gorontalo

Harga Ikan di Pelelangan Tilamuta Boalemo Gorontalo Naik 2 Kali Lipat, Warga Mengeluh

Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tilamuta Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengalami lonjakan drastis.

Penulis: Nawir Islim | Editor: Prailla Libriana Karauwan
TribunGorontalo.com/Nawir Islim
PELELANGAN IKAN - Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tilamuta, Kabupaten Boalemo, mengalami lonjakan drastis, Minggu (6/4/2025). Warga pun mengeluh 

TRIBUNGORONTALO.COM, Boalemo — Harga ikan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Tilamuta di Desa Pentadu Timur, Kecamatan Tilamuta, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo mengalami lonjakan drastis. 

Kenaikan ini disebabkan oleh musim angin timur dan cuaca buruk  melanda wilayah perairan Gorontalo.

Hal itu membuat aktivitas melaut dari para nelayan terganggu.

Pantauan TribunGorontalo.com, Minggu (6/4/2025)  aktivitas jual beli ikan di TPI Tilamuta tak seramai biasanya.

Baca juga: Juwita, Jurnalis yang Tewas Ternyata Dibunuh Di Mobil Oleh Jumran, Oknum TNI AL

Jumlah ikan yang diturunkan nelayan dari laut ke pelelangan berkurang drastis, menyebabkan harga ikan melonjak hingga hampir dua kali lipat.

Kenaikan harga ikan ini dikeluhkan para konsumen salah satunya Aminah Yusuf, warga Kecamatan Tilamuta.

Kata Aminah, harga ikan saat ini memberatkan warga  kecil yang menggantungkan kebutuhan dapurnya pada bahan pangan laut.

Baca juga: Ramalan Zodiak Aries, Taurus dan Gemini Hari Ini Minggu 6 April 2025:  Akan Ada Keberuntungan

“Saya biasa beli dua kilo ikan untuk keluarga, sekarang cuma bisa beli satu kilo. Padahal anak-anak suka makan ikan,” keluh Aminah kepada TribunGorontalo.com, Minggu (6/4/2025)

Ia mengaku harus mengurangi frekuensi memasak ikan di rumah dan beralih ke lauk lain yang lebih terjangkau. 

“Kadang masak telur saja atau tahu-tempe, karena harga ikan terlalu mahal sekarang,” tambahnya.

Kondisi ini tak hanya berdampak ke masyarakat, perputaran ekonomi di sekitar TPI Tilamuta pun ikut terdampak.

Baca juga: Poco M7 Pro 5G Segera Rilis di Indonesia, Berikut Kisaran Harga HP dan Spesifikasinya

Rahmawati Maku, penjual ikan di TPI Tilamuta, mengaku stok ikan yang ia jual sejak dua pekan terakhir menurun tajam. 

Ia biasanya menjual hingga 50 kilogram ikan per hari, namun kini hanya mendapat pasokan sekitar 15 hingga 20 kilogram.

“Ikan sekarang susah sekali, padahal biasanya banyak. Cakalang yang biasa saya jual Rp25 ribu, sekarang naik jadi Rp40 ribu per kilogram,” kata Rahmawati kepada Tribungorontalo.com, Minggu (6/4/2025)

Ia menyebut, ikan jenis layang juga ikut mengalami kenaikan harga. 

Baca juga: Baca Doa Pagi Hari, Datangkan Rezeki Berkah hingga Tolak Bala

Jika sebelumnya hanya dijual Rp15 ribu per kilogram, kini mencapai Rp28 ribu.

Menurut Rahmawati, kenaikan harga ini membuat banyak pembeli mengurangi jumlah belanjaan mereka.

“Biasanya pembeli beli kiloan, sekarang setengah kilo saja sudah pikir-pikir,” tambah Rahmawati.

Sementara itu, Arman Kiling, seorang nelayan asal Desa Pentadu Timur, membenarkan saat ini sebagian besar nelayan tidak melaut karena cuaca buruk. 

Ia sendiri sudah sepekan lebih tidak melaut akibat angin kencang dan gelombang tinggi.

Baca juga: Semarak Ketupat di Bongomeme Gorontalo, Warga Gelar Lomba Cukur Kelapa hingga Balap Karung

“Angin timur masih kuat, ombak besar. Kalau dipaksakan melaut, bisa bahaya. Banyak teman-teman nelayan yang memilih istirahat dulu,” ungkap Arman.

Menurutnya, saat musim angin timur hasil tangkapan ikan menurun drastis karena perahu kecil sulit menjangkau titik-titik penangkapan.

Kondisi ini membuat pasokan ikan ke TPI Tilamuta berkurang, sementara permintaan tetap tinggi.

Sejumlah pengepul ikan juga mulai mengeluh karena harus berebut stok dengan harga tinggi, sementara pasar di tingkat pengecer tidak sebanding.

Dengan cuaca yang belum bersahabat, para nelayan hanya bisa berharap pada keselamatan dan pasokan alam yang kembali stabil. 

“Semoga angin cepat reda, supaya kita bisa kembali kerja,” tutup Arman Kiling. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved