Kebijakan Tarif Baru AS
Partai Buruh Prediksi 50 Ribu Buruh Kembali Terkena PHK Gara-gara Kebijakan Presiden Amerika
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan gelombang kedua ini diperkirakan terjadi pada April hingga Juni 2025, dengan jumlah buruh terdampak menc
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/TARIF-IMPOR-AS-Ribuan-buruh-pulang-kerja-di-salah-satu-pabrik.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM -- Partai Buruh memprediksi akan ada gelombang kedua pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Indonesia dalam waktu dekat.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, mengatakan gelombang kedua ini diperkirakan terjadi pada April hingga Juni 2025, dengan jumlah buruh terdampak mencapai lebih dari 50 ribu orang.
Menurut Iqbal, penyebab utama gelombang PHK lanjutan ini adalah kebijakan Amerika Serikat yang menaikkan tarif bea masuk produk dari Indonesia hingga 32 persen.
Kenaikan tarif ini dinilai menekan kinerja ekspor sejumlah sektor industri, terutama tekstil, garmen, sepatu, dan elektronik, yang menjadi tulang punggung lapangan kerja di Tanah Air.
"Gelombang PHK kedua akan terjadi pada triwulan kedua 2025. Sebagian besar perusahaan yang terdampak adalah perusahaan berorientasi ekspor," kata Iqbal dalam keterangannya, Sabtu (5/4/2025).
Sebelumnya, pada gelombang pertama yang terjadi sepanjang Januari hingga Maret 2025, tercatat lebih dari 60 ribu buruh mengalami PHK.
Sejumlah kawasan industri di Cikarang, Karawang, hingga Pasuruan mengalami pengurangan tenaga kerja akibat penurunan permintaan global.
Iqbal menambahkan bahwa Partai Buruh bersama serikat pekerja saat ini tengah mengkaji langkah-langkah untuk mengantisipasi dampak lanjutan dari kebijakan perdagangan Amerika Serikat.
Salah satu usulan yang diajukan adalah pemerintah segera memberikan stimulus kepada industri terdampak serta memperkuat pasar dalam negeri untuk menekan potensi PHK lebih luas.
Partai Buruh juga mendesak pemerintah mempercepat pembentukan posko-posko aduan PHK dan mengoptimalkan program bantuan sosial untuk buruh yang kehilangan pekerjaan.
"Kami meminta pemerintah tidak tinggal diam. Langkah cepat dibutuhkan agar gelombang PHK ini tidak semakin memperburuk situasi ketenagakerjaan nasional," ujar Iqbal.
Respon Presiden Prabowo
Kompak Hadapi Donald Trump, Prabowo Bersama Pemimpin 4 Negara ASEAN Bahas Kebijakan Tarif AS
Presiden Prabowo Subianto bersama pemimpin empat negara anggota ASEAN lainnya berkomunikasi membahas kebijakan tarif resiprokal atau timbal balik dari Amerika Serikat (AS) yang diumumkan Presiden Donald Trump.
Prabowo melakukan telewicara dan bertukar pandangan dengan Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim; Sultan Brunei, Hassanal Bolkiah; Presiden Filipina, Ferdinand Marcos Jr; dan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong.
| Update Harga BBM Pertamina Hari Ini 6 Maret 2026: Pertamax hingga Dexlite Kompak Naik, Cek Daftarnya |
|
|---|
| Harga Bahan Pokok di Pasar Sentral Kota Gorontalo Jumat 06 Maret 2026, Harga Telur Naik |
|
|---|
| ASN Diduga Gunakan Aplikasi GPS Palsu Kelabui Absensi Kerja Bakal Ditindak Tegas! |
|
|---|
| BHR Ojol Naik 25 Persen Cair H-7 Lebaran, Ini Jadwal Cair dan Syarat Penerimanya |
|
|---|
| THR dan BHR Ojol 2026: Jadwal Cair, Besaran Bonus hingga Syarat Lengkap |
|
|---|