Berita Kota Gorontalo
Gebyar Ketupat di Leato Selatan Kota Gorontalo Diprediksi Picu Kemacetan
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, yang direncanakan menjadi pusat kegiatan Gebyar Ketupat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEBYAR-KETUPAT-Sejumlah-panitia-telah-mengantisipasi-terjadi-kemacetan-parah-di-Leato-Selatan.jpg)
"Ada racing bahari, perahu dayung, perahu hias, dan panjat pisang," jelas Junaidi.
Selain itu, acara juga akan dimeriahkan dengan lomba cukur kelapa, lomba gendong istri, serta penyerahan hadiah untuk para pemenang.
Pendaftaran seluruh lomba ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya.
Acara Gebyar Ketupat 2025 ini rencananya akan dibuka langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.
Gebyar Ketupat Yosonegoro
Sementara itu, persiapan ajang Karapan Sapi dan Pacuan Kuda dalam rangka perayaan Ketupat di Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto Barat, Kabupaten Gorontalo, telah mencapai 85 persen.
Seluruh rangkaian kegiatan ini akan digelar selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 April 2025, dan dapat disaksikan masyarakat secara gratis.
Kepala Desa Yosonegoro, Isa A Hanapi, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat dan peserta tahun ini sangat tinggi.
Ia memperkirakan akan ada sekitar 70 pasang gerobak sapi dan 40 ekor kuda yang ikut bertanding dalam event budaya tersebut.
“Alhamdulillah, persiapan sudah hampir rampung. Tinggal sedikit pembenahan teknis di lapangan,” ujar Isa, Jumat (4/4/2025).
Kompetisi roda sapi akan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah.
Sebanyak 20 pasang gerobak berasal dari Manado, sementara sisanya dari berbagai wilayah di Gorontalo.
Sedangkan peserta pacuan kuda berasal dari dalam maupun luar daerah.
Event ini kembali mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Gorontalo, termasuk dalam bentuk anggaran penyelenggaraan.
Salah satu kebijakan menarik adalah tidak dipungutnya tiket masuk dan sewa lapak dagangan.