Berita Kota Gorontalo
Gebyar Ketupat di Leato Selatan Kota Gorontalo Diprediksi Picu Kemacetan
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, yang direncanakan menjadi pusat kegiatan Gebyar Ketupat.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEBYAR-KETUPAT-Sejumlah-panitia-telah-mengantisipasi-terjadi-kemacetan-parah-di-Leato-Selatan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Sejumlah ruas jalan di Gorontalo diperkirakan akan mengalami kemacetan parah saat perayaan Tradisi Ketupat 2025.
Salah satu titik yang menjadi pusat perhatian adalah Kelurahan Leato Selatan, Kota Gorontalo, yang direncanakan menjadi pusat kegiatan Gebyar Ketupat.
Salah satu panitia, Erik Kaaba, mengatakan bahwa pihaknya sudah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk mengatasi kemacetan di area tersebut.
"Kami sudah membahas soal antisipasi kemacetan di area ini," ungkap Erik kepada Tribun Gorontalo, Sabtu (5/4/2025).
Baca juga: Gubernur Gusnar Ismail Ajak Warga Gorontalo Saling Memaafkan Usai Pilkada 2024
Menurut Erik, rekayasa lalu lintas akan diberlakukan di hari perayaan.
Jalur akan dibagi menjadi dua arah, di mana kendaraan dari Kota Gorontalo menuju Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) akan diarahkan masuk ke lorong pemukiman warga, tepat di pertigaan pusat kegiatan.
"Nanti di pertigaan ini, kendaraan dari arah Kota Gorontalo akan mengikuti jalur pemukiman warga," jelasnya.
Sementara itu, kendaraan dari arah Bolsel menuju Kota Gorontalo tetap akan melalui jalur utama Trans Sulawesi.
"Kalau dari arah Bolsel tetap mengikuti jalan Trans Sulawesi," tambah Erik.
Ia juga menuturkan bahwa rekayasa lalu lintas ini akan melibatkan panitia bersama Satlantas Polresta Gorontalo Kota dan TNI AU.
"Kami, pihak kepolisian, dan TNI akan turun bersama mengurai kemacetan," terangnya.
Baca juga: Seorang Suami Merasa Tak Bersalah Telantarkan Istri Siri dan Bayi saat Mudik
Untuk kenyamanan pengunjung, panitia telah menyiapkan area parkir di lapangan sepak bola yang terletak di bagian utara kawasan pemukiman warga.
"Lapangan ini cukup menampung ribuan pengunjung, ada juga beberapa lahan warga yang bisa digunakan," ujarnya.
Panitia akan mulai berjaga sejak pukul 07.00 Wita hingga kegiatan berakhir, sementara acara akan berlangsung dari pukul 09.00 hingga 00.00 Wita.
Sementara itu, panitia lain, Junaidi E. Nani, menjelaskan bahwa terdapat empat kegiatan inti dalam perayaan Tradisi Ketupat tahun ini.