Gempa Bumi

Gempa Magnitudo 2,9 Guncang Kabupaten Luwu Timur Sulawesi Selatan

Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 2,9 mengguncang wilayah Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat, 4 April 2025, pukul

Editor: Wawan Akuba
BMKG
GEMPA BUMI - gempa bumi magnitudo 2.9 terjadi pada Jumat 4 Apr 2025 pukul 14:42:49 wita, pada koordinat 2.42 LS , 120.89 BT dan kedalaman 10 Km. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 2,9 mengguncang wilayah Kabupaten Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan, pada Jumat, 4 April 2025, pukul 14.42 Wita. 

Informasi ini disampaikan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui rilis resmi mereka.

Pusat gempa terletak pada koordinat 2,42 Lintang Selatan (LS) dan 120,89 Bujur Timur (BT).

Dari titik itu, gempa terjadi tepatnya di darat, sekitar wilayah Kecamatan Towuti, salah satu kecamatan di bagian timur Luwu Timur yang berbatasan dengan Danau Matano.

Kedalaman pusat gempa tercatat cukup dangkal, yakni 10 kilometer di bawah permukaan tanah.

BMKG menyebut gempa ini masuk dalam kategori gempa dangkal.

Dengan magnitudo yang relatif kecil dan kedalaman yang rendah, gempa ini berpotensi dirasakan di sekitar pusat gempa, namun tidak cukup kuat untuk menyebabkan kerusakan.

Gempa dangkal seperti ini biasanya dirasakan sebagai getaran ringan dan berlangsung singkat.

Hingga saat ini, belum ada laporan kerusakan atau dampak lainnya yang ditimbulkan oleh gempa tersebut.

Aktivitas masyarakat di wilayah Kecamatan Towuti dan sekitarnya dilaporkan tetap normal.

Hubungan Kedalaman dan Magnitudo

Gempa dengan kedalaman 10 kilometer dan magnitudo 2,9 ini menunjukkan bahwa peristiwa tektonik tersebut terjadi di kerak bumi bagian atas, tempat sesar-sesar aktif sering memicu gempa kecil.

Secara umum, semakin dangkal gempa, maka guncangannya bisa terasa lebih kuat di permukaan meskipun magnitudonya kecil.

Namun, karena energi yang dilepaskan oleh gempa berkekuatan 2,9 tergolong rendah, dampaknya tetap terbatas pada skala lokal.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

Warga juga disarankan untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG jika terjadi gempa susulan atau peningkatan aktivitas seismik di wilayah tersebut.

 (*()

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved