Lebaran 2025
Ibu dan Anak Tewas Tenggelam di Wisata Curug Cay Bengkulu Tengah saat Momen Libur Lebaran
Identitas kedua korban yaitu Suri Herawati (47) dan Rafhipan Sunil (20) warga Kelurahan Jembatan Kecil Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/terjhseryjyrtkj.jpg)
TRIBUNGOROTALO.COM -- Seorang ibu dan anak tenggelam di wisata air.
Ibu dan anak ini akhirnya ditemukan tewas saat momentum libur lebaran.
Kejadian ini terjadi di Wisata Curug Cay di Bengkulu Tengah.
Baca juga: Hari Libur Nasional dan Tanggal Merah di Kalender April 2025, Lengkap Cuti Bersama
Dilansir dari Tribunnews.com, belum diketahui awal mula kedua korban bisa tenggelam dan meninggal dunia.
Identitas kedua korban yaitu Suri Herawati (47) dan Rafhipan Sunil (20) warga Kelurahan Jembatan Kecil Kecamatan Singaran Pati Kota Bengkulu.
Saat ini jenazah kedua korban telah dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan.
Baca juga: Lebaran Tapi Berat Badan Tak Naik, Berikut 9 Tips Agar Kamu Tetap Ramping Walau Makan Berlebihan
Kepala Desa Bukit, Ali Amran mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 08.00 WIB di aliran air terjun wisata Curug Cay Bengkulu Tengah.
"Memang benar ada dua orang wisatawan yang meninggal dunia di wisata Curug Cay, mereka ibu dan anak," ujar Ali Amran saat dihubungi.
Menurutnya, kedua korban tersebut berangkat ke lokasi wisata bersama rombongan yang berjumlah 8 orang.
Baca juga: Aktor Lawas Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun, Sempat Alami Stroke
"Korban itu berangkat ke lokasi wisata berjumlah 8 orang, tadi warga tahu juga dari salah satu keluarga mereka, bahwa ada yang tenggelam," ucapnya.
KASUS LAIN: Warga Donggala Gorontalo yang Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Tubuh Sudah Menghitam
Warga Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria lansia di dalam rumahnya pada Selasa malam (1/4/2025).
Kejadian ini sontak membuat geger lingkungan sekitar, mengingat kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan.
Korban diketahui bernama Toni Lakoro (67). Ia ditemukan dalam kondisi membengkak dan menghitam di dekat sumur belakang rumahnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Warga Donggala Gorontalo yang Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Tubuh Sudah Menghitam
Bau menyengat yang tercium dari dalam rumah semakin memperkuat dugaan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa waktu sebelum ditemukan.
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, AKP Akmal Novian Reza, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 21.00 Wita.
“Kami menerima informasi adanya penemuan mayat seorang pria lansia. Tim Satreskrim Unit 5 Jatanras segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com.
Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan keluarga yang merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Baca juga: Cerita Warga Talumolo Gorontalo Kerap Diterjang Banjir Disertai Pasir saat Hujan, Minta Pemda Bantu
Adi Lakoro (58), anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa Toni mulai dicari sejak sehari sebelumnya.
Kecurigaan muncul ketika sandal korban terlihat masih berada di depan rumah, tetapi pemiliknya tidak kunjung terlihat.
Ketika keluarga semakin mencurigai keadaan dan mencium bau tidak sedap dari dalam rumah, mereka memutuskan untuk masuk dan memeriksa.
“Setelah kami masuk ke rumah, awalnya kami periksa kamarnya, tapi tidak menemukan korban. Saat menuju dapur, kami melihat korban dalam keadaan terlentang, tubuhnya sudah membengkak dan berwarna kehitaman,” kata Adi kepada pihak Polresta Gorontalo Kota.
Baca juga: Warga Temukan Tengkorak Manusia di Hutan NTT, Berawal dari Gonggongan Anjing
Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, pihak keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah kelurahan dan kepolisian.
Tim dari Polresta Gorontalo Kota segera melakukan sterilisasi lokasi kejadian serta mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis UGD RSUD Aloei Saboe menyatakan bahwa korban telah meninggal sebelum ditemukan oleh keluarga.
“Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung,” jelas AKP Akmal Novian Reza.
Saat ini, jenazah Toni Lakoro masih berada di RSUD Aloei Saboe menunggu keputusan keluarga terkait proses pemulangan.
Keluarga korban diketahui telah mengajukan penolakan terhadap visum et repertum dan otopsi.
Baca juga: Wiraswasta di LubukLinggau Sumsel Ditemukan Tewas, Mayatnya Dibuang di Pasar
Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Meski dugaan awal mengarah pada faktor kesehatan, polisi tetap membuka kemungkinan lain jika ditemukan indikasi yang mencurigakan.
Menanggapi kejadian ini, AKP Akmal Novian Reza mengimbau masyarakat untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan anggota keluarga, terutama lansia yang tinggal sendiri.(*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.