Penemuan Mayat di Donggala
BREAKING NEWS: Warga Donggala Gorontalo yang Ditemukan Meninggal di Rumahnya, Tubuh Sudah Menghitam
Warga Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria lansia di dalam rumahnya pada Selasa mal
Penulis: Arianto Panambang | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PENEMUAN-MAYAT-Korban-lansia-saat-dievakuas.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Warga Kelurahan Donggala, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang pria lansia di dalam rumahnya pada Selasa malam (1/4/2025).
Kejadian ini sontak membuat geger lingkungan sekitar, mengingat kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan.
Korban diketahui bernama Toni Lakoro (67). Ia ditemukan dalam kondisi membengkak dan menghitam di dekat sumur belakang rumahnya.
Bau menyengat yang tercium dari dalam rumah semakin memperkuat dugaan bahwa korban telah meninggal dunia beberapa waktu sebelum ditemukan.
Baca juga: Hari Kedua Lebaran, Pelayanan Publik di Boalemo Masih Libur hingga 7 April
Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, AKP Akmal Novian Reza, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari warga sekitar pukul 21.00 Wita.
“Kami menerima informasi adanya penemuan mayat seorang pria lansia. Tim Satreskrim Unit 5 Jatanras segera menuju lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal,” ujarnya kepada TribunGorontalo.com.
Penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan keluarga yang merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Adi Lakoro (58), anggota keluarga korban, mengungkapkan bahwa Toni mulai dicari sejak sehari sebelumnya.
Kecurigaan muncul ketika sandal korban terlihat masih berada di depan rumah, tetapi pemiliknya tidak kunjung terlihat.
Ketika keluarga semakin mencurigai keadaan dan mencium bau tidak sedap dari dalam rumah, mereka memutuskan untuk masuk dan memeriksa.
Baca juga: Wali Kota Gorontalo Geram, Pasar Senggol Dipenuhi Sampah Usai Lebaran
“Setelah kami masuk ke rumah, awalnya kami periksa kamarnya, tapi tidak menemukan korban. Saat menuju dapur, kami melihat korban dalam keadaan terlentang, tubuhnya sudah membengkak dan berwarna kehitaman,” kata Adi kepada pihak Polresta Gorontalo Kota.
Setelah memastikan korban telah meninggal dunia, pihak keluarga segera melaporkan kejadian tersebut ke pemerintah kelurahan dan kepolisian.
Tim dari Polresta Gorontalo Kota segera melakukan sterilisasi lokasi kejadian serta mengevakuasi jenazah ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aloei Saboe untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Hasil pemeriksaan awal oleh tim medis UGD RSUD Aloei Saboe menyatakan bahwa korban telah meninggal sebelum ditemukan oleh keluarga.
“Dugaan sementara, korban meninggal akibat serangan jantung,” jelas AKP Akmal Novian Reza.