Lebih Dulu Lebaran
Warga Ntobo Kota Bima Rayakan Idul Fitri Lebih Awal, Ikuti Arahan Tuan Guru
Perayaan ini berlangsung sebelum pemerintah secara resmi menetapkan hari raya yang diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/IDUL-FITRI-LEBIH-AWAL-shalat-Idul-Fitri-1446-Hijriah-lebih-awal-pada-Sabtu-29-Maret-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Mengikuti arahan Tuan Guru Aji Fandi, sejumlah warga di Kelurahan Ntobo, Kecamatan Raba, Kota Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), merayakan Idul Fitri 1446 Hijriah lebih awal pada Sabtu, 29 Maret 2025.
Perayaan ini berlangsung sebelum pemerintah secara resmi menetapkan hari raya yang diperkirakan jatuh pada Senin, 31 Maret 2025.
Pelaksanaan shalat Id berlangsung di Lapangan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Ulumi Wal Amal, dipimpin oleh Imam M Sidik.
Ratusan jamaah mengikuti ibadah yang dimulai sekitar pukul 07.30 Wita.
Baca juga: 9.635 Pemudik Tinggalkan Gorontalo, Arus Mudik Lebaran 2025 Lancar
Seusai shalat dua rakaat, Tayeb menyampaikan khutbah yang menekankan pentingnya merayakan Idul Fitri dengan penuh kesederhanaan serta mempertahankan nilai-nilai spiritual setelah sebulan berpuasa.
“Kita telah melalui Ramadan dengan penuh perjuangan, kini saatnya menyambut hari kemenangan dengan penuh rasa syukur dan kesederhanaan,” ujar Tayeb dalam khutbahnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tetap melaksanakan ibadah wajib, meningkatkan ketakwaan, serta memperbanyak sedekah bagi kaum dhuafa.
Baca juga: Podcast Tribun: Zakat untuk Siapa? "Mengenal Korupsi dan Solusinya"
Usai pelaksanaan shalat Id, jamaah melanjutkan ramah tamah dan bersilaturahmi di kediaman Pengasuh Ponpes Darul Ulumi Wal Amal, Afandi Bin Ibrahim Al Maqbul atau yang akrab dikenal sebagai Tuan Guru Aji Fandi.
Penetapan Idul Fitri Berdasarkan Hisab
Iksan (40), salah seorang jamaah, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya merayakan Idul Fitri lebih awal karena telah memulai puasa Ramadan sejak 27 Februari 2025.
Keputusan ini mereka ambil berdasarkan pedoman yang diberikan oleh Tuan Guru Aji Fandi.
“Sejak dulu, keluarga kami selalu mengikuti jadwal puasa dan shalat Id yang ditetapkan oleh Tuan Guru,” kata Iksan.
Mayoritas jamaah yang melaksanakan shalat Id lebih awal berasal dari Kelurahan Ntobo, para santri Ponpes Darul Ulumi Wal Amal, serta murid-murid Tuan Guru Aji Fandi yang tersebar di berbagai daerah di Kota dan Kabupaten Bima.
Baca juga: Setelah Puluhan Tahun, Warga Pilolodaa Puncak Gorontalo Akhirnya Nikmati Listrik PLN
Sementara itu, Abdul Latif (55), warga Kelurahan Rite, Kecamatan Raba, mengatakan bahwa perbedaan dalam penentuan awal Ramadan dan Idul Fitri antara kelompok mereka dan pemerintah sudah menjadi kebiasaan yang berlangsung lama.
“Kami menetapkan waktu shalat Id berdasarkan hisab yang dilakukan Tuan Guru. Hal ini berlaku tidak hanya untuk Idul Fitri, tetapi juga untuk Ramadan dan Idul Adha,” ungkapnya.
Salat Idul Fitri di Maluku
Sebuah kampung di Provinsi Maluku, sudah menggelar salat Idul Fitri 1446 H sejak 27 Maret 2025.
Padahal, pemerintah sendiri baru menjadwalkan pemantauan hilal Lebaran Idul Fitri 1446 hari ini, Sabtu (29/3/2025).
Bahkan sesuai perhitungan Muhammdiyah, lebaran Idul Fitri 1446 tepatnya jatuh pada Senin 31 Maret 2025.
Dalam berita viral tersebut, tampak sejumlah tetua adat wilayah tersebut keluar dari sebuah rumah.
Baca juga: 8 Fakta Gempa Magnitudo 7,7 di Myanmar: Penyebab Gempa hingga Jumlah Korban
Rata-rata menggunakan sorban dengan busana musli. Warnanya mencolok, kuning dan merah.
Video direkam dari seberang rumah. Setelah para tetua berkumpul di tengah jalan, seseorang yang dituakan di antara mereka pun mulai mengumandangkan takbir.
"Allaahu akbar Allaahu akbar Allaahu akbar, laa illaa haillallahuwaallaahuakbar Allaahu akbar walillaahil hamd"
Rupanya, ini adalah prosesi menuju masjid dengan mengarak sang khatib menuju masjid.
Usai takbir dikumandangkan, lalu serentak diikuti oleh warga sekitar. Video tersebut tak memperlihatkan penuh prosesi itu.
Tapi fakta bahwa lebaran telah dimulai sejak 27 Maret 2025, mencengangkan bagi sejumlah netizen.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.