Gempa Bumi
Terkini! Gempa Bumi terjadi Jumat Siang 28 Maret 2025, Waspada Potensi Guncangan Susulan
Masyarakat diharapkan selalu sigap dan mengikuti arahan dari pihak berwenang guna menghindari risiko yang lebih besar.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/GEMPA-BUMI-Gempa-bumi-dengan-magnitudo-40-terjadi-pada-Jumat-28-Maret-2025.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Sebuah gempa bumi dengan magnitudo 4,0 terjadi di wilayah Maluku pada Jumat, 28 Maret 2025, pukul 11:05:20 Wita.
Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa berlokasi di koordinat 2,91° LS dan 130,22° BT.
Gempa bumi ini memiliki kedalaman 13 km. Episenter gempa terdeteksi berada di laut, sekitar 27 km timur Kobisonta, Maluku.
Hubungan Magnitudo dan Kedalaman Gempa
Gempa bumi terdiri dari berbagai jenis berdasarkan kedalamannya.
Dalam kasus ini, dengan kedalaman hanya 13 km, gempa tersebut dikategorikan sebagai gempa dangkal.
Gempa dangkal cenderung memiliki dampak yang lebih terasa di permukaan, meskipun magnitudonya tidak terlalu besar.
Magnitudo 4,0 sendiri tergolong dalam kategori gempa ringan yang umumnya tidak menyebabkan kerusakan serius, namun tetap dapat dirasakan oleh masyarakat di sekitar episenter.
Guncangan dari gempa ini kemungkinan terasa di Kobisonta dan beberapa daerah sekitarnya, terutama pada bangunan dengan struktur kurang kuat.
Karakteristik Seismik Wilayah Maluku
Wilayah Maluku, termasuk Kobisonta, merupakan salah satu kawasan dengan aktivitas tektonik tinggi di Indonesia.
Hal ini disebabkan oleh pertemuan beberapa lempeng tektonik yang aktif, termasuk Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia.
Akibatnya, gempa bumi cukup sering terjadi di kawasan ini.
Sebagai perbandingan, pada 18 Maret 2025, wilayah ini juga diguncang gempa berkekuatan 4,8 magnitudo dengan kedalaman 19 km, yang juga terjadi di perairan dekat Kobisonta.
Meskipun tidak menimbulkan kerusakan berarti, rangkaian gempa seperti ini mengindikasikan perlunya kewaspadaan terhadap kemungkinan gempa-gempa berikutnya.