Berita Viral
Hendak ke Jakarta Temui Hotman Paris, Istri Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus Dicegat Polisi
Saat istri dari mendiang Eks Kapolsek Negara Batin dan Aipda Petrus hendak menemui pengacara Hotman Paris di Jakarta, keduanya malah dicegat polisi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/adrhwryjhneth.jpg)
"Mereka tetap melanjutkan perjalanan, tapi lagi-lagi mereka dikejar oleh oknum anggota Polsek Buay Madang Polres OKI Timur Sumsel, dan akhirnya mereka terpaksa kembali lagi ke rumah, dan masing-masing rumah mereka dijaga oleh anggota Polsek. Yang sebelumnya tidak pernah," ucap Putri.
Hotman Paris pun menyayangkan pencegatan ini.
Hotman menilai dengan dilarangnya keluarga korban terbang ke Jakarta untuk menemuinya sama saja mencederai hak asasi manusia.
"Istri almarhum kapolsek dan almarhum Pak Petrus, tidak diizinkan untuk datang ke Jakarta alasannya karena Kapolri mau datang hari Rabu kami nggak tahu, dan kami tidak mempersoalkan alasannya apa. Sangat disayangkan, karena mereka kan punya hak asasi untuk memperjuangkan suaminya yang meninggal," ucap Hotman.
Baca juga: Sosok Kapri Sucipto Tersangka Judi Sabung Ayam di Way Kanan, Dekat dengan Oknum TNI Penembak Polisi
Penembakan 3 Polisi di Arena Judi Sabung Ayam
Diberitakan sebelumnya, tiga anggota polisi ditembak ketika menggerebek arena judi sabung ayam di Way Kanan, Lampung, Senin (17/3/2025) lalu.
Dalam perkembangan kasus ini, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika mengungkap, oknum anggota TNI Kopka B alias Basarsyah diduga menyebarkan undangan judi sabung ayam melalui media sosial.
Menerima informasi itu, Kapolres Way Kanan memerintahkan jajarannya untuk melakukan tindak lanjut ke TKP.
Penggerebekan dilakukan pada sore harinya oleh Kapolsek Negara Batin bersama anggotanya.
Namun, situasi berubah menjadi tragedi ketika tiga polisi gugur akibat ditembak di lokasi kejadian.
Baca juga: Kecelakaan Maut di Subang Akibatkan Pasutri Tewas Karena Ditabrak dan Dilindas Truk Es Krim
"Awalnya polisi sempat melepaskan tembakan peringatan untuk membubarkan massa. Namun, terdengar beberapa kali letusan senjata hingga akhirnya diketahui bahwa tiga anggota Polri meninggal dunia di lokasi. Sementara itu, petugas lainnya berusaha mengevakuasi korban sambil melindungi diri," ujar Irjen Helmy dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Rabu (19/3/2025).
Terkini, polisi telah menetapkan seorang warga atas nama Zulkarnaen sebagai tersangka kasus perjudian sabung ayam di Way Kanan.
Di sisi lain, dua oknum TNI yang terlibat penembakan hingga kini statusnya masih menjadi saksi.
Dua oknum TNI, yakni Kopka B dan Peltu L, masih diperiksa di Mako Denpom II/3 Lampung. Keduanya mengaku telah menembak tiga anggota Polri di Way Kanan, Lampung.
Kronologi Penembakan
Baca juga: Korban Cabuli Santri di Ngawi Mungkin Bertambah, Oknum Pengasuh Ponpes Ditetapkan sebagai Tersangka