Danantara Indonesia

Thaksin Shinawarta Eks PM Thailand Jadi Penasihat Danantara, Berikut Sosoknya

Thaksin ini bukanlah sembarangan orang, dia merupakan mantan Perdana Menteri di Thailand. Berikut sosoknya

Editor: Prailla Libriana Karauwan
Kompas.com
THAKSIN SHINAWATRA - Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, resmi menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara. Hal ini disampaikan CEO BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani di Menara CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM -- Thaksin Shinawarta kini dilantik menjadi Dewa Penasihat di Danantara.

Thaksin ini bukanlah sembarangan orang, dia merupakan mantan Perdana Menteri di Thailand.

Dilansir dari TribunJatim.com, penunjukkan Thaksin menjadi bagian kepengurusan Danantara disampaikan oleh CEO BPI Danantara sekaligus Menteri Investasi Rosan Roeslani di Menara CIMB Niaga, Jakarta, Senin (24/3/2025).

"Alhamdulillah kami berhasil untuk meyakinkan mereka. Mereka adalah tim yang menurut kami telah melalui seleksi ketat kami dibantu head hunter," ujar Rosan, diberitakan Kompas.com, Senin.

Rosan mengaku orang-orang yang masuk kepengurusan Danantara juga sudah melalui tahap wawancara.

Thaksin Shinawatra menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara bersama empat tokoh lain, yakni Raymond Thomas Dalio, Helman Sitohang, Jeffrey Sachs, dan Chapman Taylor.

Baca juga: Danantara Resmi Didirikan Presiden Prabowo, Berikut Nama-nama Pengurusnya

Lantas, seperti apa rekam jejak Thaksin Shinawatra yang kini menjadi penasihat Danantara tersebut?

Kudeta Thaksin Shinawatra dari PM Thailand

Thaksin Shinawatra adalah tokoh politik kawakan di Thailand.

Pria yang lahir pada 1949 itu tercatat mendirikan Partai Thai Rak Thai pada 1998. 

Tak berselang lama, Thaksin berhasil menduduki jabatan sebagai Perdana Menteri Thailand pada 2001, mengalahkan lawan dari Partai Demokrat dengan telak.

Dikutip dari BBC (1/9/2023), dia mendapat banyak suara karena menawarkan biaya medis murah, keringanan utang, membuat kebijakan ekonomi Thaksinomics, serta mampu menangani bencana tsunami 2004.

Namun, dia dikritik gagal menangani flu burung, membuat lebih dari 2.500 orang meninggal saat menindak narkoba, tidak melaporkan seluruh kekayaan, dan tidak menangani kekerasan ke penduduk Muslim.

Baca juga: 5.280 Pegawai Pemkab Gorontalo Terima THR Hari Ini, Kaban: Tidak Ada Pemotongan

Meski begitu, Thaksin tetap mendapat dukungan dari para pendukungnya, terutama warga pedesaan Thailand. Partainya terpilih lagi pada pemilihan parlemen 2005.

Tetapi, pada 2006, keluarga Shinawatra menjual saham Thaksin di grup telekomunikasi terbesar Thailand, Shin Corp ke lembaga dana pemerintah Singapura Temasek tanpa pajak. 

Sumber: TribunJatim
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved