Selasa, 10 Maret 2026

Gempa Bumi

Terkini! Gempa Bumi Guncang Pangandaran: Getaran Terasa di Garut, Tasikmalaya, dan Bandung

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat pada koordinat 8.20° LS dan 107.89° BT,

Tayang:
Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Terkini! Gempa Bumi Guncang Pangandaran: Getaran Terasa di Garut, Tasikmalaya, dan Bandung
BMKG
INFO GEMPA DIRASAKAN -- Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Selasa (25/3) pukul 14.07 WIB. 

TRIBUNGORONTALO.COM  – Gempa bumi dengan magnitudo 4,9 mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada Selasa (25/3) pukul 14.07 WIB.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut berpusat pada koordinat 8.20° LS dan 107.89° BT.

Gempa ini memiliki kedalaman 11 km di bawah permukaan laut. Pusat gempa berada di laut, sekitar 86 km barat daya Kabupaten Pangandaran.

Analisis Gempa dan Korelasi Kedalaman

Gempa dengan magnitudo 4,7 ini tergolong dalam kategori gempa ringan hingga sedang.

Kedalaman 11 km menunjukkan bahwa gempa ini berasal dari aktivitas tektonik di zona subduksi antara lempeng Indo-Australia dan Eurasia.

Dengan kedalaman yang relatif dangkal, gempa ini lebih berpotensi dirasakan oleh masyarakat di daratan.

Meskipun tergolong dangkal, gempa ini tidak cukup kuat untuk memicu tsunami.

Namun, masyarakat tetap diimbau untuk waspada terhadap potensi gempa susulan.

Dampak di Wilayah Sekitar

Laporan sementara menunjukkan bahwa gempa ini dirasakan di beberapa daerah dengan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) sebagai berikut:

MMI III - III di Garut

MMI II - III di Tasikmalaya

MMI II di Pelabuhan Ratu

MMI II di Bandung

MMI III di Kota Banjar

Beberapa warga merasakan getaran sedang selama beberapa detik, terutama mereka yang berada di gedung bertingkat.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.

Mitigasi dan Langkah Pencegahan

BMKG terus mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap potensi gempa susulan. Berikut beberapa langkah mitigasi yang perlu dilakukan:

Edukasi dan Simulasi Gempa: Masyarakat di daerah rawan gempa disarankan untuk mengikuti simulasi kebencanaan secara berkala agar lebih siap menghadapi situasi darurat.

Pembangunan Infrastruktur Tahan Gempa: Pemerintah dan pemilik bangunan diimbau untuk memperkuat struktur bangunan agar lebih tahan terhadap guncangan seismik.

Menyediakan Tas Siaga Bencana: Setiap keluarga dianjurkan untuk memiliki tas siaga yang berisi perlengkapan darurat seperti makanan, air minum, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.

Pemantauan Informasi Resmi: Pastikan selalu mendapatkan informasi terbaru dari BMKG atau lembaga resmi terkait agar tidak terpengaruh oleh hoaks atau informasi yang tidak akurat.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang karakteristik gempa dan kesiapsiagaan yang meningkat, risiko korban jiwa dan kerusakan akibat gempa dapat diminimalisir. Tetap waspada dan selalu utamakan keselamatan.

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved