Minggu, 15 Maret 2026

Berita Viral

Rosalina Guru SD Asal NTT Tewas Dibunuh KKB di Yakuhimo Papua Pegunungan, Sekolah Dibakar

Guru dan tenaga kesehatan menjadi sasaran serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik, Anggruk, Yakuhimo, Papua Pegunungan.

Tayang:
Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Rosalina Guru SD Asal NTT Tewas Dibunuh KKB di Yakuhimo Papua Pegunungan, Sekolah Dibakar
Tribun-Papua.com/Istimewa
KKB BAKAR SEKOLAH - Komplotan KKB membakar empat bangunan di Kampung Kelemame dan Kampung Pasir Putih, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Senin (3/2/2025). Baru-baru ini KKB kembali membakar sekolah di Distrik Anggruk, Yakuhimo. (KOMPAS.COM/DOK SATGAS OPERASI DAMAI KARTENZ) 

TRIBUNGORONTALO.COM – Guru dan tenaga kesehatan menjadi sasaran serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik, Anggruk, Yakuhimo, Papua Pegunungan.

Melansir pemberitaan KompasTV, insiden terjadi pada Jumat (21/3/2025) itu menewaskan seorang guru.

Adalah Rosalina, guru SD YPK Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Rosalina menghembuskan napas terakhir di sekolah tempatnya mengajar.

Bahkan KKB membakar sekolah Rosalina pada Jumat (21/3/2025) sore.

Adapun jenazah guru asal NTT itu berhasil dievakuasi TNI.

Berdasarkan informasi dari Wakil Bupati Yakuhimo, Esau Miram, setidaknya sembilan orang jadi korban penyerangan KKB.

"Ada 9 orang (korban), 1 nakes, 8 guru. 1 MD (meninggal dunia), 3 luka berat, lain-lainnya luka ringan," terang Esau Miram, di Jayapura, Minggu (23/3/2025), dikutip dari YouTube KompasTV.  

Menurut keterangannya, korban meninggal dunia dan luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Marthen Indey, Jayapura. 

Puluhan Orang Dievakuasi

Serangan KKB di Yakuhimo
SERANGAN KKB - Aparat gabungan TNI-Polri, saat melakukan evakuasi terhadap salah satu guru korban meninggal dunia pasca penyerangan KKB di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Minggu (23/3/2025). (Sumber: KOMPAS.COM/Dok Operasi Gabungan TNI-Polri)

Setidaknya 46 guru dan tenaga kesehatan dievakuasi dari Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua Pegunungan, usai insiden penyerangan KKB, menurut laporan KompasTV sebelumnya. 

Evakuasi para guru dan tenaga kesehatan dilakukan menggunakan pesawat dan helikopter. Mereka dievakuasi ke Wamena dan Sentani, Kabupaten Jayapura.

Menurut keterangan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cendrawasih Kolonel Inf. Candra Kurniawan, para guru dan tenaga kesehatan di sekitar Anggruk minta diungsikan usai adanya penyerangan KKB

"Hari ini telah diungsikan para guru dan tenaga medis dari beberapa distrik di Kabupaten Yahukimo seperti Distrik Heriyapini, Kosarek, Ubalihi, Nisikni, Disteik, Walma, dan Distrik Kabiyanggama," terang Kolonel Candra dalam keterangan tertulis via Kompas.com, Sabtu (22/3).

Mendikdasmen Akan Temui Keluarga Korban 

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan, pihaknya akan menemui keluarga korban penyerangan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (21/3/2025).

"Kami di kementerian nanti akan menemui keluarga korban di NTT dan berusaha untuk dapat memberikan bantuan, ya, secara material walaupun mungkin tidak banyak," ujar Abdul Mu'ti di Kantor Kemendikdasmen, Senin (24/3/2025), dikutip dari Kompas.com. 

Dalam kesempatan sama, Abdul Mu'ti menyatakan belasungkawanya atas kejadian yang menimpa korban. 

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas gugurnya seorang guru yang wafat karena serangan KKB," ucapnya. 

Ia menilai, penyerangan yang dilakukan KKB merupakan kejahatan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan. 


Apa itu KKB?

Mengutip Kompas.com, KKB adalah singkatan dari Kelompok Kriminal Bersenjata, yang merupakan sebuah kelompok yang kerap menebar teror baik kepada warga sipil maupun TNI serta Polri di wilayah Papua. 

Tujuan KKB Papua adalah melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 

Oleh karena itu, KKB Papua dapat disebut sebagai gerakan separatis, yang gerakannya kerap memakan korban jiwa.

Asal-usul KKB Papua 

Sebelum lahir dengan sebutan KKB, kelompok ini dulunya dikenal dengan nama Organisasi Papua Merdeka (OPM). 

OPM didirikan pada 1965 untuk mengakhiri pemerintahan Provinsi Papua dan Papua Barat, yang sebelumnya disebut Irian Jaya.

Mereka berniat untuk melepaskan diri dari Indonesia. OPM pun kerap menyuarakan tentang referendum supaya bisa merdeka dari NKRI. 

Dalam memperjuangkan keinginan kelompok, mereka beberapa kali melakukan gerakan kriminal yang memakan korban jiwa. 

Oleh sebab itu, pemerintah kemudian berinisiatif untuk membentuk Otonomi Khusus bagi Papua dengan anggaran yang besar. 

Sayangnya, anggaran tersebut hanya digunakan oleh golongan elite saja, tidak sampai ke masyarakat luas.

Hal itu kemudian memicu terjadinya gerakan perlawanan masif dari OPM dengan melakukan berbagai tindakan kejahatan. 

Salah satu aksi kriminal yang pernah dilakukan OPM adalah pada 1996, saat mereka menawan sejumlah orang Eropa dan Indonesia yang terdiri dari grup peneliti dan kamp hutan. 

Dua sandera dari grup peneliti dibunuh, sementara yang lainnya dibebaskan. Karena aksinya, OPM kerap dicap sebagai organisasi kriminal. 

Oleh karena itu, istilah OPM kemudian diganti menjadi KKB atau Kelompok Kriminal Bersenjata. 

Apabila ada salah satu kelompok KKB Papua yang tertangkap, mereka akan langsung ditahan karena alasan kriminalitas. 

Karena tujuan KKB adalah ingin melepaskan Papua dari NKRI, maka kelompok ini dianggap sebagai gerakan separatis, yang dapat mengancam keutuhan negara.

 

Artikel ini telah tayang di KompasTV dan Kompas.com

https://www.kompas.tv/nasional/582779/fakta-fakta-penyerangan-guru-dan-nakes-oleh-kkb-di-yahukimo-1-korban-meninggal-di-tempat-mengajar?page=2


https://www.kompas.com/stori/read/2022/03/17/130000679/sejarah-munculnya-kkb-papua

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved