Tumbilotohe Gorontalo
Kota Tengah Gorontalo, jadi Tempat Rekomendasi Melihat Ribuan Lampu Botol Tumbilotohe
Lampu botol Tumbilotohe tradisional ini merupakan warisan budaya Gorontalo yang masih terjaga dengan baik.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Minarti Mansombo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Tumbilotohe-Gorontalo-dshfjsdk.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM,Gorontalo--Kota Tengah Gorontalo menjadi tempat rekomendasi bagi masyarakat Gorontalo dan sekitarnya. Kali ini, Kota Tengah menawarkan keindahan ribuan lampu botol Tumbilotohe tradisional yang menyala di malam hari.
Lampu botol Tumbilotohe tradisional ini merupakan warisan budaya Gorontalo yang masih terjaga dengan baik.
Bertepat simpang tiga Kota Tengah, tepat antara jalan Kalimantan dan juga Jalan Pangeran Hidayat I, Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo.
Pantauan Tribun Gorontalo di lapangan, Selasa (25/3/2025) ribuan patok sudah terpasang di lahan kosong tersebut.
Terlihat juga satu terowong di antara ribuan lampu botol yang nantinya akan dipasang empat hari sebelum lebaran Idul Fitri.
Baca juga: Polisi Amankan Enam Debt Collector yang Diduga Pelaku Pengeroyokan Nasabah di Gorontalo
Arif Karim salah satu warga mengatakan pemasangan lampu tumbilotohe di daerah itu sudah empat kali dilakukan.
"Kalau pemasangan lampu di sini saya lihat setiap tahun diadakan," ungkapnya kepada Tribun Gorontalo.
Arif cukup senang dengan antusias pemuda sekitar yang berinisiatif untuk melakukan pemasangan adat tradisional tersebut.
"Ini bagus sekalian membuat ramai juga melestarikan tradisi kita," ujarnya.
Namun, Arif sedikit kecewa sebab, konsep dari pemasangan lampu masih saja sama dengan tahun-tahun sebelumnya.
"Konsepnya saya lihat masih sama, jadi baiknya ada konsep yang baru biar tidak bosan," bebernya.
Selain itu Armin Hasan tukang gunting di area tersebut menuturkan bahwa kegiatan positif ini sangat bagus untuk dilakukan.
Menurutnya, dengan adanya tradisi tumbilotohe untuk merawat tradisi yang hampir pudar, terlebih lampu botol.
Meksi katanya, zaman sudah berubah namun soal tradisi tetap harus dirawat.
"Ini positif menurut saya, apalagi kita perlu merawat tradisi yang hampir punah ini," bebernya.
Armin menyebutkan bahwa tradisi tumbilotohe sudah banyak dibangun di beberapa wilayah.
Kata Armin agar masyarakat tidak menumpuk di satu tempat saja, bisa memilih menonton tumbilotohe di berbagai lokasi yang berbeda.
Baca juga: Hikmah Ramadan: Merawat Kemabruran Puasa dari Syari’ah ke Hakikat
"Supaya ini jadi rekomendasi agar tidak menumpuk fi satu tempat saja," terangnya.
Diketahui bahwa sebanyak 3.000 lampu botol yang disiapkan pemuda Kelurahan Liluwo untuk Tumbilotohe (malam pasang lampu).
Adan (20), pemuda Kelurahan Liluwo mengatakan telah mempersiapkan lampu botol dari awal Ramadan.
"Kami buat persiapan ini sejak ramadan ketiga, kami semua sudah mulai mempersiapkannya," terangnya.
Adapun botol yang digunakan sebagian dibeli dan sebagian dikumpulkan oleh masyarakat Liluwo.
Anggaran pemasangan 3.000 lampu botol ini disebut berasal dari proposal yang diajukan ke sejumlah pejabat, termasuk Wali Kota Gorontalo.
"Alhamdulilah untuk kegiatan kami ini dibantu juga oleh Bapak Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea," tuturnya.
Baca juga: Prakiraan Cuaca Besok Selasa 25 Maret 202, BMKG: Terdapat Beberapa Wilayah Berpotensi Hujan Lebat
Untuk mengantisipasi cuaca hujan, penyelenggara sudah menyediakan plastik untuk menutupi lampu.
"Supaya lampu tidak basah dan minyak tanah tidak bercampur air hujan. nantinya akan kami tutupi dengan plastik sumbunya agar tidak basah," jelas Adan.
Sekedar informasi pemasangan lampu tumbilotohe akan dimulai pada Rabu (26/3/2025) hingga Sabtu (29/3/2025).
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.