Kultum Ramadan 2025

Kultum Ramadan - Mahasiswa IAIN Gorontalo Reyhan Mantau "Beritikaf di Sepuluh Hari Akhir Ramadan"

Reyhan Mantau, mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, membawakan kultum Ramadan bertajuk "Beritikaf di Sepuluh Hari Akhir Ramadan".

Penulis: Arianto Panambang | Editor: Fadri Kidjab

TRIBUNGORONTALO.COM – Reyhan Mantau, mahasiswa IAIN Sultan Amai Gorontalo, membawakan kultum Ramadan bertajuk "Beritikaf di Sepuluh Hari Akhir Ramadan".

Diketahui sebanyak 30 Mahasiswa Ilmu Hadist IAIN Sultan Amai Gorontalo bekerja sama dengan TribunGorontalo.com dalam program Kultum Ramadan.

Program tersebut akan tayang di media sosial YouTube dan Facebook TribunGorontalo.com setiap pukul 17.00 Wita.

Dalam kultumnya, Reyhan mengawali ceramah dengan mengingatkan pentingnya sepuluh hari terakhir Ramadan.

Ia mengutip hadis dari Aisyah RA, yang menyebutkan bahwa Rasulullah SAW senantiasa melakukan itikaf pada malam-malam terakhir Ramadan hingga akhir hayatnya.

Bahkan, setelah wafatnya Rasulullah SAW, istri-istri beliau pun tetap meneruskan kebiasaan i'tikaf. (HR. Al-Bukhari: 1886 dan Muslim: 2006).

"Secara bahasa, i'tikaf berarti berdiam diri di masjid. Namun, lebih dari itu, i'tikaf adalah bentuk pengabdian penuh kepada Allah SWT dengan niat yang tulus. Selama i'tikaf, kita dianjurkan untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan mendirikan salat sunnah," jelas Reyhan.

Baca juga: Adakah Jemaah Gorontalo jadi Korban Kecelakaan Bus di Arab Saudi? Ini Jawaban Pihak Kanwil Kemenag

Reyhan juga menekankan keutamaan i'tikaf, di antaranya:

1. Berpeluang mendapatkan Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.

2. Melatih diri untuk meninggalkan kesibukan duniawi dan lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT.

3. Memfokuskan diri pada ibadah secara totalitas tanpa gangguan.

4. Menggapai keistimewaan Ramadan dengan meningkatkan kualitas ketakwaan.

Ia kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW: "Barangsiapa di antara kalian yang mencari malam Lailatul Qadar, maka hendaklah dia mencarinya pada sepuluh malam terakhir (bulan Ramadhan), yaitu pada malam yang ganjil." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Menurut Reyhan, inilah mengapa umat Islam dianjurkan untuk memanfaatkan malam-malam terakhir Ramadan sebaik mungkin dengan memperbanyak ibadah. Ia mengajak jamaah untuk tidak melewatkan kesempatan berharga ini.

"Sepuluh malam terakhir Ramadan adalah waktu emas bagi kita untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Mari kita manfaatkan kesempatan ini untuk beribadah dengan sungguh-sungguh dan meraih keutamaan Lailatul Qadar," tutupnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved